5 Pertanyaan Kunci Menyikapi Pasangan yang Selingkuh

MOTIVASInews.com – Beberapa pasangan yang selingkuh tidak layak diberi ampun. Sebelum bertindak atau membuat keputusan penting menghadapi ketidaksetiaan pasangan, tanyakan pada diri sendiri lima pertanyaan penting berikut ini.

Apakah dia pernah berselingkuh sebelumnya?

Jika seseorang memiliki pola selingkuh secara berulang, mereka akan terus melakukannya lagi (dan lagi). Peselingkuh biasanya akan berhenti sampai seseorang mencampakannya dengan brutal, hingga dia jera dan tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak ada kesempatan kedua dalam kasus ini. Tidak akan pernah ada.

Mengapa dia melakukan itu?

Sebuah insiden yang terjadi hanya satu kali karena alasan yang tampaknya tulus dan menjelaskan perbuatannya, jauh lebih mudah untuk dimaafkan daripada perbuatan yang sering kali berulang, dalam jangka panjang.

Tempatkan diri Anda pada posisinya: jika Anda dia, merasakan apa yang mereka rasakan, dalam situasi yang mereka alami,  apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan mengerti?

Menurutmu, apa yang akan dia lakukan di masa depan?

Jaminan apa yang bisa dia berikan pada Anda bahwa perbuatannya tidak akan terjadi lagi?

Bagaimana hubungan kalian ketika dia berselingkuh?

Anda akan jauh lebih mungkin untuk memaafkan (atau melupakan) jika Anda menyadari pasangan Anda tidak bahagia, dan hubungan berjalan tidak baik dan Anda termasuk orang yang penuh curiga.

Jika Anda berpikir bahwa Anda sangat bahagia dan tidak melihat satu tanda sedikitpun ada yang salah, itu sangat sulit untuk dapat mempercayai lagi. Jika tidak ada petunjuk mencurigakan pada insiden sekarang, bagaimana Anda akan tahu bahwa itu akan terjadi lagi?

Apakah dia menyesali apa yang telah dia lakukan?

Seharusnya dia lebih menderita terhadap rasa sakit yang disebabkan dari pengkhianatannya daripada Anda.

 Itu tadi 5 pertanyaan kunci menyikapi pengkhianatan yang dilakukan pasangan. Perkara memaafkan bisa menjadi hal yang mudah, namun untuk hubungan jangka panjang, ada hal lain yang perlu Anda pertimbangkan. Anda butuh waktu untuk memikirkannya, lalu bertanya “apakah dia pantas mendapatkan kesempatan kedua?”

Sponsored