Bagaimana Memenangkan Argumen Menurut Sains

MOTIVASInews.com – Kapan terakhir kali Anda beradu argumen dengan teman atau kerabat, dan menang? Entah itu berargumen secara berhadapan langsung, atau bahkan di sebuah kolom komen di Facebook atau Instagram.

Kehidupan sosial memang tidak bisa lepas dari adu argumen, apalagi manusia sendiri memiliki sifat defensif dan cenderung mempertahankan pendapatnya. Itu humanis. Jadi tidak heran jika ada yang sampai perang mulut dan marah dalam usaha mempertahankan pendapatnya.

Menurut laporan Esquire, sebuah studi baru di Israel telah menilai cara terbaik untuk mengatasi perselisihan ketika adu argumen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, melebih-lebihkan sudut pandang atau menunjukkan kepada seseorang versi ekstrim keyakinan mereka, bisa membuat seseorang lebih bersedia untuk mengubah pendapat mereka.

Penelitian tersebut mengajak 150 orang Israel untuk menonton video tentang konflik Israel-Palestina, yang menyatakan bahwa hal tersebut harus dilanjutkan dengan dasar bahwa orang-orang Israel memiliki moral yang kuat dan perang sepenuhnya sesuai dengan moral tersebut. Menurut penelitian, intensitas video tersebut “meningkatkan rasa absurditas tapi bukan pertahanan.”

Sekelompok terpisah orang Israel juga diperlihatkan sebuah video yang memiliki pesan netral mengenai konflik tersebut. Studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang melihat video pertama 30% lebih bersedia untuk menilai kembali posisi mereka dalam konflik daripada mereka yang melihat video netral tersebut.

Penulis studi tersebut, Profesor Eran Halperin menjelaskan mengapa tindakan berlebihan yang ekstrem itu bisa bekerja, “Anda mengambil kepercayaan dasar orang-orang dan mengubahnya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal.”

Teori ini sejalan dengan pemikiran Arthur Schopenhauer dalam The Art of Being Right, dimana dia berpendapat bahwa salah satu cara untuk mengurangi keefektifan argumen rekan Anda adalah membawa posisi mereka melampaui apa yang mereka katakan dan memperluas posisi mereka.

Sponsored