Sang Penjual Sepatu yang Memiliki Tujuan Mulia

MOTIVASInews.com – Namanya Filipe, seorang penjual sepatu di daerah Venezia Itali, tidak banyak harta yang ia punya hanya sebuah kios kecil yang menjual sepatu kulit yang sangat terkenal di Venezia. Hari-harinya diisi dengan menjual sepatu, mengurus anjingnya yang bernama Diego. Anak dan istrinya sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan di Roma beberapa tahun lalu, kala itu istri dan anaknya tengah mengikuti tour dari sebuah lembaga amal Itali. Namun naas, di tengah perjalanan bus mengalami musibah kecelakaan dan membuat Filipe sampai saat ini masih merasa sedih.

Hari ini ia belum menjual sepatu kulitnya, padahal sejak pagi jalan di Venezia sangat ramai karena musim liburan dan banyak turis lokal dan Internasional datang namun tidak satu pun yang membeli sepatu kulit yang Filipe jual.

Dalam keputusasaannya tiba-tiba dia melihat seseorang yang tengah bersedih sambil menatap ke arah sungai Firenze. Merasa empati, Filipe lantas menghampiri orang tersebut dan bertanya kepada orang tersebut.

Sang Penjual Sepatu Yang Memiliki Tujuan Mulia - Motivasinews.com
Sungai Firenze, Vinezia. Source image: pixabay.com

“Hey kawan, ada apa? Saya lihat dari tadi kamu hanya menatap ke arah sungai sambil sesekali menghapus air mata,” tanya Felipe pada orang tersebut.

“Tidak kawan, aku hanya merasa sangat sedih dengan keadaan aku saat ini. Besok adalah hari ulang tahun ayahku, namun sampai saat ini aku tidak dapat memberikan hadiah yang sangat bermakna,” ujar orang misterius tersebut.

“Apa yang membuat kamu sedih? Saya juga seorang ayah dan saya mengerti jika anak saya tidak bisa memberikan hadiah saat saya ulang tahun, cukup ucapan saja saya sudah sangat gembira,” kata Filipe seraya memberikan dukungan pada orang tersebut.

“Ayah ku ingin aku sukses, jadi dia selalu menekanku untuk sepertinya, padahal apa yang ia mau tidak sama dengan apa yang aku mau,” katanya.

Merasa sangat kasihan, akhirnya Filipe mengambil satu pasang sepatu yang ia jual lalu memberikannya pada anak itu.

“Berikanlah ayahmu sepatu kulit ini, bilang padanya jika kamu adalah kamu bukan dia. Jadi walau ayahmu berpengaruh dalam hidupmu namun tidak dapat mengatur apa yang telah menjadi jiwa dalam hidupmu, telah menjadi nafas dalam paru-parumu dan darah dalam tubuhmu. Cukup berikan dukungan dan kamu akan berhasil, katakan itu pada ayahmu ya nak,” Felipe memberikan nasehat.

Dengan sangat kebingungan orang tersebut, lantas hanya mengambil sepatu yang diberikan Felipe setelah duduk dan menangis.

“Terima kasih pak,” ujarnya sambil terdiam.

Keesokan harinya, Felipe kebingungan saat membuka toko miliknya. Banyak wartawan telah menunggu Felipe.

“Bapak, apakah bapak tau sepatu bapak menjadi salah satu yang terbaik di dunia?”

“Bapak bagaimana perasaan bapak menjadi trending topic di Twitter semalam?”

“Bapak, apakah bapak akan membuka toko sepatu di Roma, dengan membawa bapak sendiri?”

Beberapa wartawan menyerang Felipe dengan banyak pertanyaan.

Tidak lama berselang, mobil mewah parkir tepat di depan toko Felipe. Ternyata orang yang di dalam itu adalah Perdana Menteri Itali. Sontak Felipe terkejut karena melihat sepatu yang digunakan Perdana Mentri adalah sepatu buatannya.

“Selamat pagi Bapak Felipe, saya terkesan dengan bapak. Karena telah membuka mata saya terhadap dunia, hadiah dan nasehat bapak kepada anak saya membuat saya sadar bahwa saya bukan ayah yang baik namun ini menjadi awal yang baru untuk saya dan anak saya,” tutur Perdana Mentri di depan banyak wartawan.

Ternyata anak yang menangis dan yang dibantu Felipe adalah anak dari Perdana Mentri. Dari kebaikan yang ia berikan, akhirnya Felipe menjadi staf khusus Perdana Mentri sebulan kemudian. Felipe juga berhasil membuka toko sepatu di pusat kota Roma dan mejadi salah satu yang terbaik dunia.

Kebaikan akan menjadi sebuah kebaikan, karena setiap kebaikan yang kita buat bukan pada siapa kita berbuat namun kemuliaan apa yang terdapat dalam kebaikan yang kita berikan.

Penulis: Abien Novant

Kode unik: M#Inspirasi51

Sponsored