Tips Mengatasi Rasa Kesepian dalam Pernikahan

Tips Mengatasi Rasa Kesepian dalam Pernikahan - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Inti dari sebuah pernikahan adalah Anda sudah tidak lagi hidup sendiri, karena ada pasangan di samping Anda. Teman untuk saling menjaga, mendengar, seseorang yang akan selalu ada dalam segala situasi.

Namun, pada kenyataannya kehidupan itu tidak sesederhana seperti yang kita pikirkan. Bahkan menurut sebuah studi dari University of Wisconsin-Madison yang dipublikasikan Journal of Psychophysiology, pernikahan bisa menjadi salah satu sumber terbesar stres. Ketika harapan tidak terpenuhi dalam sebuah hubungan, hal itu justru bisa menyebabkan depresi, dendam bahkan kesepian.

“Kadang-kadang pernikahan terjebak dalam pola autopilot,” jelas Wendy Walsh, Ph.D., pakar hubungan dan penulis buku The 30-Day Love Detox. “Pasangan tidak lagi hadir satu sama lain, atau saling menjaga dan peduli seperti yang mereka lakukan pada awal hubungan. Ditambah, mereka menjadi lebih peduli dengan kepentingan sendiri.”

Tentu saja banyak alasan atau penyebab terjadinya rasa kesepian. Apa pun itu, Dr. Walsh memberikan 3 tips untuk memperbaiki hubungan pernikahan Anda.

Temukan Akar Permasalahannya

Daripada langsung menyalahkan pernikahan itu sendiri, lebih baik terlebih dulu luangkan waktu untuk mencari tahu mengapa Anda merasa seperti yang Anda rasakan. Bisa jadi alasan sebenarnya berasal dari dalam diri sendiri.

Hindari Menyalahkan Pasangan (atau diri sendiri)

Menghujani diri dalam kesedihan atau amarah tidak akan menyelesaikan apa-apa, justru bisa membuat Anda merasa bertambah buruk. Jika pasangan  membuat Anda kesal, hadapilah dengan nada positif. Menyalahkan pasangan karena bekerja terlalu banyak, atau tidak memberi perhatian cukup kepada Anda, hanya akan menyebabkan dia berbalik melawan Anda.

“Ini bukan salah siapa-siapa,” kata Dr. Walsh. “Lebih baik meminta bantuan seseorang untuk mengatasi perasaan Anda, daripada menyalahkan.”

Jangan Bergantung pada Pasangan Semuanya

Jika Anda mengharapkan pasangan untuk berperan sebagai sahabat, kekasih, partner orang tua bagi anak Anda, serta sumber intelektual, mungkin Anda akan selalu merasa kecewa. Daripada mengandalkan pasangan untuk memenuhi semua kebutuhan itu, lebih baik membagi “tugas” dengan beberapa teman yang dapat dipercaya.

“Ini adalah cara untuk mengambil beberapa tekanan dari pernikahan, serta dapat meningkatkan rasa percaya diri,” kata Dr. Walsh.

Hanya diri Anda sendiri yang tahu apa yang sedang terjadi pada Anda dan pernikahan Anda. Perlu diingat pula, segala sesuatu tidak mustahil untuk diperbaiki, selama kita bersedia untuk mencari tahu apa yang perlu diperbaiki. Termasuk masalah rasa kesepian yang melanda dalam sebuah ikatan pernikahan.

Sponsored