dr. Hermawan, SpJp : Dokter Pribadi Presiden nan Ramah dan Selalu Bersyukur

Dokter Pribadi Presiden RI yang Ramah
Semasa SMA, malah bercita-cita jadi Astronot

dr. Hermawan, SpJp : Dokter Pribadi Presiden nan Ramah dan Selalu Bersyukur - Motivasinews.comMOTIVASInews.com – Usia muda tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya sekaligus membantu mereka yang sedang bermasalah dengan organ terpenting di tubuh yaitu jantung. Menjadi seorang dokter memang sudah merupakan cita-citanya sedari kecil sekaligus memang mendapat dukungan penuh dari orangtua.

“Awalnya saya bercita-cita untuk bersekolah di bidang Aeronautika yaitu ilmu yang berhubungan dengan pesawat udara dan selepas SMA saya memang sudah diterima untuk menerima bea siswa dari BPPT untuk belajar ke Jerman, yang saat itu BJ Habibie sebagai Menristek-nya,” aku lulusan SMAN 1 Padang ini.

Di saat bersamaan Hermawan ternyata juga dinyatakan lulus UMPTN di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat itulah kebimbangan menghampiri Hermawan karena dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik dan menantang. Kedua ilmu ini merupakan ilmu yang ingin dipelajarinya, tetapi Hermawan sadar dirinya harus memilih satu saja !

Kegelisahan Hermawan saat itu dirasakan oleh orangtuanya dan disarankan untuk Sholat Istikhoroh. “Selain Sholat Istikhoroh, saat itu orangtua saya menyarankan untuk meminta pendapat pihak kedua yaitu kakek saya, yang memang bergelut di bidang pendidikan,” ucap bapak tiga anak ini.

dr. Hermawan, SpJp : Dokter Pribadi Presiden nan Ramah dan Selalu Bersyukur - Motivasinews.com
Hermawan tidak pernah mengajukan diri untuk masuk menjadi Tim Dokter Pribadi RI-1.

Setelah mendapat masukan dan mempertimbangkan banyak aspek, maka Hermawan saat itu mantap memilih bersekolah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selesai menamatkan S-1 nya dan bergabung dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Hermawan kembali melanjutkan pendidikan S-2 dengan mengambil Spesialisasi Jantung dan Pembuluh Darah.

(Baca juga: Kesederhanaan Presiden Jokowi yang Pantas Diteladani)

Diberi Tanggung Jawab Besar oleh Negara

Mempunyai profesi sebagai seorang dokter merupakan profesi yang banyak diidam-idamkan banyak orang. Profesi ini menuntut tanggung jawab yang berat. “Walau berat tapi ini sudah merupakan sebuah kewajiban bagi seseorang dengan profesi dokter,” tegas Hermawan.

Setelah bergabung di Rumah Sakit Pusat Pertamina selama lebih dari 10 tahun, pada suatu saat Hermawan dikejutkan dengan diberikannya surat keputusan yang menyatakan bahwa dirinya terpilih untuk menjadi Tim Dokter Pribadi RI-1. Hermawan menuturkan bahwa dirinya tidak pernah mengajukan diri untuk masuk menjadi Tim Dokter Pribadi RI-1.
Sebagai Dokter Pribadi Presiden Butuh Tanggung Jawab yang Besar
Selalu siap menjaga kesehatan Presiden sejak bangun pagi hingga tertidur di malam hari

“Tetapi pihak rumah sakit (RSPP) dan keluarga mendukung agar saya menerima keputusan tersebut dan saya pun merasa bahwa Allah telah memberikan saya tanggung jawab yang sangat besar yaitu menjaga kesehatan orang nomor satu di Indonesia agar beliau dapat menjalankan tugas kenegaraannya baik di dalam negeri maupun saat lawatan ke luar negeri,” jelas dokter yang terkenal ramah ini.

Menjadi dokter sudah mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menangani kesehatan masyarakat apalagi menjadi seorang dokter pribadi presiden yang notabene harus benar-benar menjaga kesehatannya, karena presiden merupakan orang yang paling krusial bagi suatu negara sehingga kesehatannya harus terjaga selama 24 jam agar tidak sampai sakit.

“Sebagai salah satu personil yang bertugas menjaga kesehatan presiden membuat saya harus selalu siap ditugaskan kemana saja beliau pergi. Saya dan tim mempunyai tanggung jawab menjaga beliau dari bangun tidur hingga tidur lagi,” ujar anak ke-dua dari empat bersaudara ini.

Sebagai dokter pribadi presiden tentunya akan banyak suka dan dukanya. Hermawan akui bahwa sukanya adalah bahwa dia berkesempatan berkeliling Indonesia dan dunia dalam rangka mendampingi presiden untuk kunjungan kerja. “Dukanya adalah keterbatasan saya berkumpul dengan keluarga karena waktu saya yang terbagi antara tugas di RSPP dan kepresidenan,” tegasnya.

(Baca juga: Kolinda Grabar Kitarovic, Presiden Berbikini Pertama di Dunia)

Sponsored