Menari, Dilarang Keras di Swedia

Menari, Dilarang Keras di Swedia - Motivaasinews.com

MOTIVASInews.com – Anda termasuk orang yang mudah tergoda menggoyangkan tubuh ketika mendengarkan musik groovy? Hati-hati ketika Anda mengunjungi Swedia, karena ini bisa memicu sebuah masalah yang serius. Kenapa? “Tarian spontan” itu masih ilegal di Swedia, atau setahun setelah pemerintah berjanji untuk berhenti mengadili orang-orang di bawah undang-undang yang aneh.

Pada bulan April 2016, Riksdag yaitu badan legislatif nasional Swedia, memutuskan untuk membatalkan peraturan yang memaksa bar dan pub memiliki lisensi agar pengunjung mereka dapat menari di dalamnya, yaitu sebuah undang-undang yang dimulai pada tahun 1970-an.

Tapi 17 bulan berlalu, polisi masih menindak pemilik bar untuk kejahatan pelanggan mereka yang menari dan hukumannya diberlakukan dengan keras, yaitu mulai dari penghapusan izin, denda yang ketat atau bahkan penjara.

Awalnya izin untuk menari diperkenalkan sebagai usaha bagi polisi Swedia untuk mencegah gangguan publik yang menyebabkan kerusuhan. Organisasi industri Visita mengatakan bahwa pemilik bar telah memberi tahu mereka bahwa mereka masih dikunjungi oleh polisi saat mereka mendengar laporan adanya kegiatan berdansa di tempat itu.

CEO Visita, Eva Östling, mengatakan: “Pemerintah harus melakukan sesuatu terhadap hal itu. Tidak adil jika kita melakukan hal ini sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Ini menggelikan, memikirkan masalah masyarakat yang benar-benar ada dan mereka harus memusatkan perhatian pada sumber daya.

“Seluruh dunia, setidaknya seluruh Eropa, menertawakan kami.”

Dia mengatakan kepada Independent: “Beruntung undang-undang tersebut tidak berpengaruh untuk para wisatawan atau pengunjung yang datang ke Swedia. Bukan kriminal untuk menari bagi pelanggan, tapi tentu saja itu konyol dan bodoh sehingga pemilik restoran dan bar dapat dikenai biaya untuk “Tarian ilegal” di tahun 2017. Kita membutuhkan polisi untuk urusan yang lebih mendesak dan penting. ”

Para aktivis berharap undang-undang tersebut seharusnya dihapus pada akhir tahun 2016. Visita telah mendesak pemerintah mengenai penundaan tersebut namun belum mendapat tanggapan.

Sponsored