Mitos dan Pantangan Mendaki Gunung Lawu

Mitos dan Pantangan Mendaki Gunung Lawu - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Pegunungan di Indonesia memang terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Namun, selain menawarkan keindahan, pegunungan di Indonesia juga terkenal dengan mistisnya yang bisa membuat sebagian orang merinding bila mengetahuinya. Salah satu gunung yang dianggap mistis adalah Gunung Lawu di Jawa Timur.

Gunung Lawu memang termasuk salah satu gunung tertinggi di pulau jawa ini terkenal dengan aura mistisnya dan ada beberapa pantangan yang harus diikuti oleh para pengunjung dan pendaki, ataupun warga desa itu sendiri.

Berikut beberapa mitos dan pantangan yang harus diketahui jika berkunjung ke Gunung Lawu:

1. Jalak Lawu

Burung jalak ini merupakan jelmaan penunggu Gunung Lawu. Konon, jalak lawu ini adalah jelmaan Kyai Jalak yaitu abdi dalem yang setia raja Majapahit yaitu Prabu Brawijaya V. Burung ini akan muncul dan memberi petunjuk bagi seorang pendaki yang tersesat di gunung Lawu.

2. Kupu-kupu Hitam Dengan Bulatan Biru di Sayapnya

Jika bertemu dengan kupu-kupu jenis ini jangan mencoba untuk menangkap, mengusir, menganggu, apalagi sampai membunuh si kupu-kupu itu. Karena bila hal itu dilakukan maka akan membuat kita terkena musibah.

Menurut warga desa sekitar, Kupu-kupu itu dipercaya, bila seorang pendaki gunung lawu dan bertemu dengan kupu-kupu itu maka pertanda pendaki tersebut diterima dengan baik di gunung tersebut. Bahkan beberapa orang percaya akan mendapatkan berkah sepulang mendaki gunung lawu.

3. Dilarang Mengunakan Membawa Kain Berwarna Hijau (baju,celana dll)

Seperti kita ketahui larangan menggunakan baju hijau terdapat di Pantai Parang Tritis karena adanya mitos baju hijau itu adalah baju kesukaan ratu pantai selatan. Namun, gunung Lawu juga memiliki larangan yang sama. Konon, gunung Lawu masih ada hubunganya dengan laut Pantai Selatan, dan ada goa di salah satu jalur di gunung Lawu yang bila di terlusuri katanya kedalaman goa itu sampai hingga lautan atau pantai Parang Tritis.

4. Dilarang Mengeluh Saat Mendaki Gunung Lawu

Larang ini berlaku pada para pendaki gunung lawu, seperti kita ketahui kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah doa. Di gunung Lawu ini, apapun yang kita keluhkan saat pendakian konon akan terjadi. contohnya saja bila kita mengeluh kelelahan, maka seketika kita akan terasa sangat lelah. Jika berkata dingin, maka kita akan berasa sangat kedinginan dan jika kita sombong mengatakan mendaki gunung Lawu sangat mudah maka kita bisa tersesat ataupun perjalan untuk mendaki puncak Lawu terasa semakin jauh.

Sponsored

LEAVE A REPLY