Kantor Kekinian dengan Mural

Kantor Kekinian Dengan Mural - motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Jenuh. Itulah kata yang seringkali terdengar saat seseorang sudah bekerja selama bertahun-tahun di sebuah kantor. Bukan karena beban pekerjaan atau gaji yang diterimanya. Tetapi bisa jadi karena suasana yang tercipta pada kantor tersebut.

Secara tidak sadar, suasana kantor tempat Anda bekerja sebenarnya juga memicu mood Anda bekerja. Apa yang Anda lihat baik itu lay out ruangan atau desain interior ruangan, dapat jadi membuat Anda merasa bosan, monoton, atau bahkan stress. Jika perusahaan tidak aware akan hal ini, maka dapat berdampak pada penurunan kinerja karyawan atau kualitas hidup karyawan yang kurang bahagia.

Jika biasanya Anda melihat banyak seni mural disudut-sudut atau di tiang-tiang beton jalan ibukota, mengapa tidak Anda tuangkan hal itu pada dinding kantor Anda. Sehingga kantor bisa jadi terlihat lebih artistik, nyaman, cantik, dan kekinian.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot, mural tidak demikian. Mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

(Baca juga: 5 Tanda Kamu Sudah Menjadi Pasangan yang Baik)

Mural sebagai seni jalanan, yang dulu kerap dilakukan secara diam-diam karena dianggap ilegal, saat ini berkembang sebagai seni untuk mempercantik sebuah ruangan. Seiring diterimanya seni mural di tengah masyarakat, banyak seniman mural yang kini tak hanya menggambar mural sebagai ekspresi diri atau bagian dari propaganda, tapi menjadikan mural sebagai seni yang bisa dijual.

Setiap perusahaan jasa mural memiliki kebijakan dan cara sendiri dalam menentukan tarif harga jasa mural. Ada yang menentukan tarif dengan mematok harga per meter dari bidang yang ingin digambar, ada juga perusahaan yang mematok tarif mural sesuai dengan desain yang dibuat.

Untuk Richard dan rekan-rekannya misalnya, yang bisa dikunjungi di indonesiamural.com, pesanan gambar standar dihargai Rp 250.000,- s.d. Rp 600.000,- per meter persegi. Untuk pengerjaan mural dalam skala kecil atau sebesar 3×5 m, dia dan timnya membutuhkan waktu 5-7 hari dengan minimal 2 orang yang mengerjakan.

Ia mengatakan, pemilik kantor-kantor besar yang menginginkan suasana non-formal biasanya meminta salah satu lantai yang seluruh dindingnya dilukis. Seperti lantai gedung sebuah bank terkenal yang meminta satu lantai dibuat menarik karena akan dijadikan tempat pusat pelatihan para karyawannya. “Saya juga pernah mendapat pesanan dari kantor promotor musik untuk menggambar seorang musisi terkenal saat musisi tersebut akan menggelar konsernya di Indonesia,” ujarnya.

Proses pemesanannya yakni, pertama, klien yang sudah memiliki desainer grafis sendiri sehingga pembuat mural sudah menerima desain jadi, termasuk warna yang sudah ditentukan. Mereka hanya tinggal menyalin gambar yang sudah dibuat desainer grafis. Dalam mekanisme ini, komunikasi dengan klien bukan lagi masalah gambar, tapi sudah pada tahap biaya.

Kedua, klien hanya mengajukan ide. Ini tentunya lebih sulit karena dibutuhkan diskusi dan persetujuan klien. Cara ini cukup menjadi tantangan karena ini hasil kreativitas pembuat mural untuk diajukan ke klien.

“Jadi saya mulai kerja kalau desain saya sudah disetujui klien,” tutur seniman yang memulai usaha muralnya dari sebuah komunitas ini.

(Baca juga: Seribu Patung di Tanjungpinang, Riau)

Sponsored