20 Manfaat Meditasi Kesadaran Yang Telah Teruji Secara Klinis

Manfaat Meditasi Kesadaran Yang Telah Teruji Secara Klinis - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Meditasi kesadaran adalah salah satu cara melatih otak untuk memperhatikan dan mengapresiasi detail pengalaman, sehingga Anda dapat merasakan kesenangan dari suatu peristiwa dalam hidup Anda—dan memperoleh manfaat kesehatan secara signifikan di saat yang sama.

Meditasi kesadaran ini sangat sederhana, Anda cukup duduk tenang dengan mata terpejam dan membayangkan salah satu aspek dari pengalaman Anda baru-baru ini, berkonsentrasi pada satu hal selama waktu tertentu. Anda dapat mulai dengan memerhatikan aliran udara yang keluar-masuk hidung Anda, atau naik-turunnya perut saat Anda bernapas. Ketika perhatian Anda pecah, cukup hentikan pikiran tersebut dan kembali pada pernapasan Anda (atau apa yang tadinya Anda perhatikan).

Ini adalah keseluruhan praktik—Anda tidak perlu latihan mental tambahan. Cukup ingatkan diri Anda untuk mengembalikan perhatian pada pernapasan. Praktik ini telah diteliti secara luas dalam kondisi klinis selama bertahun-tahun—lebih dari 20.000 penelitian, tinjuan, dan makalah yang menguji berbagai aspek telah didaftarkan di National Institutes of Health’s National Library of Medicine. Beberapa di antaranya dinyatakan bahwa, jika dilakukan dalam jangka waktu lama, proses sederhana ini akan memberikan manfaat kesehatan fisik, mental, dan emosional yang luar biasa, tanpa efek samping negatif.

Berikuk ini 20 manfaat Meditasi kesadaran yang telah teruji secara klinis:
  1. Menurunkan kadar stres kronis.
  2. Mengurangi nyeri.
  3. Menurunkan kadar kortisol, hormon stres yang terkait dengan penurunan kognitif dini.
  4. Meningkatkan fungsi kelenjar adrenal.
  5. Menurunkan denyut jantung dan pernafasan.
  6. Menurunkan tekanan darah.
  7. Mengurangi insomnia akibat kekhawatiran berlebih.
  8. Mempertinggi fungsi sistem kekebalan tubuh.
  9. Mempertinggi respons antibodi terhadap vaksin flu.
  10. Meningkatkan energi.
  11. Mengurangi gejolak pada sistem pencernaan.
  12. Menurunkan kemarahan, depresi, dan kecemasan.
  13. Mengurangi pemikiran negatif yang berulang.
  14. Meningkatkan empati untuk diri sendiri maupun orang lain.
  15. Meningkatkan rentang perhatian dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan.
  16. Mengurangi pemikiran yang menghakimi.
  17. Meningkatkan kemampuan utnuk segera kembali fokus setelah pikiran terpecah.
  18. Menebalkan korteks serebral, daerah otak yang berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan emosi.
  19. Mengurangi reaksi emosional otomatis (seperti ledakan kemarahan atau serangan panik).
  20. Memperbanyak area abu-abu dan memperbesar ukuran otak (secara harafiah).
Sponsored