Dampak Kekurangan Oksigen.

Bagaimana-Sesak-Nafas-Bisa-Terjadi

MOTIVASInews.com – Kematian enam orang dalam kasus perampokan dan pembunuhan di Pulomas Jakarta Timur, menurut polisi,  disebabkan kekurangan oksigen saat berjam-jam disekap dalam ruangan sempit. Apa sesungguhnya yang terjadi dalam tubuh sehingga kekurangan oksigen bisa mematikan?

Ketika bernapas, manusia menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2). Di dalam tubuh, oksigen didistribusikan oleh darah untuk menjaga semua sistem organ agar tetap berfungsi. Kekurangan oksigen menyebabkan fungsi organ terganggu, dan dalam kondisi tertentu bisa berakibat fatal. Berikut ini beberapa hal yang bisa terjadi di dalam tubuh saat kekurangan oksigen yang dirangkum dari berbagai sumber.

Sistem organ yang paling dahulu terpengaruh saat tubuh kekurangan oksigen adalah sistem pernapasan. Gejalanya adalah sesak napas, yang kadang-kadang diikuti dengan kegelisahan, sakit kepala, dan rasa letih yang berlebihan.

Pada kondisi yang disebut hipoksemia ini, pernapasan akan meningkat hingga lebih dari 24 kali per menit. Denyut nadi juga meningkat di atas 100 bpm (beats per minute) untuk menjaga sirkulasi oksigen ke semua organ tubuh.

  • Gangguan sirkulasi darah.

Jika pada tahap awal kekurangan oksigen denyut nadi mengalami peningkatan, pada kondisi yang lebih parah bisa terjadi sebaliknya. Denyut nadi mengalami penurunan hingga kurang dari 60 bpm (beats per minute). Tekanan darah turun drastis dan jika tidak tertangani maka bisa berujung pada koma atau bahkan kematian. Pada kondisi ini juga bisa terjadi cyanosis atau perubahan warna menjadi kebiruan yang tampak di permukaan kulit.

  • Kerusakan otak.

Kekurangan oksigen berdampak sangat fatal pada otak. Hanya dalam 5 menit sejak pasokan oksigen ke bagian tersebut terhenti, kerusakan sel-sel otak mulai terjadi. Jika terus berlanjut, kekurangan oksigen di otak atau cerebral hypoxia bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf yang parah atau bahkan kematian.

Penulis: F Ferdinand

Sponsored