Lari Berlebihan Berisiko Serangan Jantung bagi Pria Paruh Baya

Lari Berlebihan Berisiko Serangan Jantung bagi Pria Paruh Baya - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Setidaknya ada seorang dari lingkungan kita yang giat berolahraga setelah menyaksikan teman atau kerabatnya terkena penyakit berat seperti terkena stroke atau serangan jantung.

Mereka ini seolah mendapat wake-up call dan langsung termotivasi untuk giat jogging atau lari. Ingat, semua yang berlebihan ada risikonya, apalagi jika dilakukan drastis dan jika kita berusia paruh baya.

Olahraga memang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun jika dilakukan berlebihan, justru dapat mengancam nyawa. Menurut sebuah penelitian, pria paruh baya yang melakukan olahraga sangat giat untuk menurunkan berat badan atau lari marathon, berisiko mengalami serangan jantung atau cardiac arrest.

Menurut konsultan kardiologi Dr Glyn Thomas dari Bristol Heart Institute, “Kadang pria berusia 40 tahunan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, dan menemukan bahwa tekanan darah dan kolesterolnya tinggi. Untuk mengatasinya mereka kemudian mulai rajin berolahraga, seperti mengikuti lari sepanjang 5k atau 10k.”

Namun ternyata tindakan tersebut tidak sesehat seperti kelihatannya. Justru olahraga dengan intensitas dan durasi tinggi seperti seorang fanatic, dapat membahayakan kesehatan jantung sangat serius. Penelitian yang dipublikasikan di American Academy of Family Physicians menemukan bahwa pria paruh baya yang lari maraton beresiko lebih besar mengalami serangan jantung.

Kenapa olahraga dengan intensitas tinggi justru beresiko bagi pria? Menurut Dr Thomas, latihan yang berlebihan menyebabkan tekanan darah meninggi secara dramatis. Yang kemudian mengakibatkan ketidakseimbangan antara permintaan otot jantung untuk mendapatkan oksigen, dan kemampuan arteri koroner dalam menyediakannya. Hal ini bisa memicu serangan jantung.

Sponsored