Pemulung yang Mendirikan Sekolah untuk Anak Tidak Mampu di NTT

Pemulung yang Mendiirikan Sekolah untuk Anak Tidak Mampu di NTT - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Keterbatasan biaya atau penghasilan yang tidak menentu tidak boleh dijadikan penghambat untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Prinsip hidup ini sangat melekat pada diri Yoseph Blikololong yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung asal Kecamatan Kelapa Lima, kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Yoseph Blikololong, bukanlah sosok pria yang memiliki kekayaan berlimpah, tetapi dalam dirinya tersimpan rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.

Hal itu telah dibuktikannya. Dengan penghasilan yang pas-pasan, Yoseph Blikololong memberanikan diri membangun dua buah sekolah sekaligus yakni Sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Kelapa Lima, kota Kupang.

Sekolah PAUD yang dinaminya Peduli Kasih itu, berlokasi di tempat tinggalnya yakni Kompleks Stiba, Jalan Timor Raya no 6, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima.

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertamanya diberi nama SMP Surya Mandala Kupang yang menyewa 4 ruangan kelas bekas di salah satu taman kanak-kanak di Jalan Timor Raya gang 9 Monitor, Kelurahan Oesapa.

Dua sekolah itu dibangun oleh Yoseph Blikololong untuk membantu orang-orang yang bernasib sama dengannya yakni memiliki keterbasan dalam segi ekonomi, hal inilah yang melatarbelakangi berdirinya dua sekolah tersebut.

Mereka yang bersekolah disana tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Banyak dari siswa sekolah tersebut yang memiliki latar belakang sebagai pemulung, anak jalanan, pengamen, hingga penjual koran.

Sekolah Paud didirikan oleh Yoseph Blikololong pada tahun 2008, kini jumlah muridnya sekitar 20 siswa sedangkan SMP didirikannya pada tahun 2011. Sejak dibuka jumlah siswa di SMP ini terus mengalami peningkatan yang dulunya hanya 60 siswa saat ini setidaknya ada 80 orang.

Di sekolah PAUD Peduli Kasih terdapat satu guru yang mengajar dan mendapatkan honor sebesar Rp 200.000, sedangkan di SMP Tunas Surya Mandala Kupang terdapat 9 guru dan 1 kepala sekolah yang diberi honor Rp 100.000 per guru dan Rp 200.000 untuk kepala sekolah.

Sebetulnya bagi Yoseph Blikololong upah tersebut tidak bisa dikatakan sebagai gaji para guru di sekolahnya. Ia hanya mengatakan bahwa upah yang didapatkan para pengajar tersebut hanyalah sekadar ganti uang transport saja.

Semua ini dilakukan Yoseph Blokololong berdasarkan keprihatinannya terhadap anak-anak miskin yang tidak mampu bersekolah.

Singkat cerita, kala itu Yoseph hanya memiliki penghasilan sekitar Rp 100.000 – Rp 200.000 saja saat menjadi pemulung pada tahun 2004.

Penghasilan tersebut dianggap lumayan oleh Yoseph dan keluarganya, sampai-sampai berkat kerja keras dan jerih payahnya itu, Blikololong mampu menyekolahkan anak-anak hingga ada yang sampai lulus dari perguruan tinggi.

Ketika ia melihat orang-orang di sekitarnya, ternyata masih banyak orang-orang yang bernasib lebih buruk dibandingkan dirinya. Sejak saat itulah dia bercita-cita ingin mendirikan sekolah gratis di NTT.

Kisah Yoseph Blikololong, semestinya bisa menyentuh hati nurani kita semua. Bahwa ternyata tidak perlu harus menjadi orang kaya untuk memberikan kontribusi kepada sesama. Hal ini dikarenakan kebaikan bisa datang kapan saja dan dimana saja melalui niat dan keinginan yang kuat. Yoseph Blikolong, seorang pemulung, telah membuktikannya.

Bagaimana dengan Anda…?

Sponsored