Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar. Kakek Berusia 105 Tahun Ini Kuliah Program Doktor!

Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar. Kakek Berusia 105 Tahun Ini Kuliah Program Doktor - Motivasinews.com
sumber gambar: www.ecns.cn

MOTIVASInews.com – Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi masa depan seseorang. Itulah mengapa pendidikan ibarat investasi yang tidak ternilai harganya. Pada umumnya, pendidikan dimulai dari jenjang yang paling dasar hingga tingkat perguruan tinggi.

Mungkin sebagian besar orang langsung melanjutkan pendidikan tinggi begitu dia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, kakek yang satu ini membuktikan bahwa kuliah bahkan hingga menempuh pendidikan doktor bisa dilakukan siapa saja.

Bersumber dari Belarus News, kakek yang kini berusia 105 tahun asal Taiwan bernama Zhao Muhe tengah mempersiapkan gelar doktornya. Keinginannya yang kuat dalam menuntut ilmu tidak bisa dilepaskan dari motto hidup Zhao Muhe yaitu tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Kakek yang semangat belajarnya tidak pernah padam ini, mulai kuliah program sarjana tahun 1999 di National Open University, Taiwan. Zhao Muhe berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 4 tahun. Hal itu dikarenakan dia tidak pernah meninggalkan 1 kelas pun dan belajar sampai larut malam.

Menjadi sarjana di umur 91 tahun, tidak membuat langkah Zhao Muhe berhenti. Beberapa tahun setelahnya dia mengikuti ujian masuk di Nanhua University, Taiwan. Kakek ini sangat mengagumkan karena menuntaskan pendidikan master selama 2 tahun saja.

Zhao Muhe juga memecahkan Guinness World Record, sebagai lulusan pascasarjana tertua (98 tahun). Sejak tahun 2015, Zhao Muhe mengikuti pendidikan doktor di National Tsing Hua University, Beijing. Zhao Muhe terlihat begitu antusias mengikuti kelas demi kelas dan mempersiapkan gelar doktornya.

Kakek Zhao Muhe lahir pada tahun 1912, awalnya dia hanya menempuh pendidikan di sekolah swasta dan mempelajari kaligrafi Hanzi di umur 14 tahun. Semakin lama dia mengasah kemampuannya, dia pun menjadi master kaligrafi. Uang hasil kaligrafinya sebagian besar didonasikan untuk mereka yang membutuhkan.

Kakek ini juga pernah mengadakan pameran kaligrafi di Hongkong tahun 2012 lalu serta menulis autobiografi. Mulanya, Zhao Muhe tidak dapat menggunakan internet. Namun, dia tidak pantang menyerah dan kini sudah mampu memakai fasilitas internet dan membeli tiket secara daring.

Bagaimana semangat belajar kakek Zhao Muhe menurut Anda? Kakek ini tidak hanya rajin dan giat menuntut ilmu, tetapi juga berhati mulia ya.

Sponsored