5 Bukti Pemindahan Ibukota Negara Dunia Tidak Selalu Berjalan Mulus

5 Bukti Pemindahan Ibukota Negara Dunia Tidak Selalu Berjalan Mulus - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Sejak zaman era pemerintahan Ir. Soekarno, wacana pemindahan ibukota Indonesia sudah direncanakan. kala itu Presiden Seokarno sudah merencanakan ingin membangun Kota Palangkaraya sebagai ibukota masa depan negara Indonesia.

Wacana memindahkan ibukota negara tersebut semakin santer terdengar, lantara beberapa hal seperti semakin semrawutnya ibukota saat ini dan juga adanya ketimpangan ekonomi di Jakarta, hal ini yang menjadi landasan utama. Kenapa ibukota Indonesia saat ini harus diganti.

Terkait wacana pemindahan ibukota Indonesia tersebut, beberapa anggapan bermunculan, ada yang beranggapan ini merupakan suatu langkah awal maju bagi kemajuan negara Indonesia, atau malah akan menjadi bumerang menimbulkan kesemrawutan yang lebih tidak karuan.

Ternyata negara Indonesia bukanlah negara satu-satunya yang ingin memindahkan ibukotanya, faktanya banyak negara-negara di dunia yang sudah pernah memindahkan ibukotanya, beberapa dari negara tersebut dinilai berhasil, dan ada juga yang dinilai gagal alias tambah tidak karuan.

Fakta dari negara-negara yang pernah memindahkan ibukotanya tersebut, semoga saja menjadi sebuah pelajaran berharga yang bisa dipetik oleh negara Indonesia, jika benar pemindahan ibukota negara Indonesia benar-benar akan terlaksana nantinya. Nah, mau tahu? negara-negara mana saja yang pernah memindahkan ibukotanya, simak yuk infonya berikut ini.

Nigeria pernah memindahkan ibukotanya, lantaran overload dan pemerataan ekonomi

Nigeria menjadi negara pertama yang pernah memindahkan ibukotanya, pada tahun 1991 Nigeria memutuskan untuk memindahkan ibukotanya dari Lagos ke Abuja. Nigeria melakukan hal ini, lantaran masalah klasik yakni kepadatan penduduk dan pemerataan ekonomi.

Setelah ibukotanya dipindahkan, kota Abuja mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari segi jumlah penduduknya, bayangkan saja dari 700 ribu penduduk menjadi 6 juta penduduk pada tahun 2006. Berdasarkan data tersebut Abuja masuk dalam daftar 10 kota dengan perkembangan jumlah penduduk paling pesat di dunia.

Melihat data tersebut, kita dapat mengetahui gambaran tentang kemungkinan yang bisa terjadi, jika negara Indonesia memindahkan ibukotanya.

Jepang pernah memindahkan ibukotanya, seiring dengan pergantian pemegang kekuasaan

Jepang merupakan negara yang pernah memindahkan ibukotanya, lantaran pergantian pemegang kuasa kala itu, pada zaman dahulu ibukota Jepang adalah Kyoto dan memutuskan untuk memindahkan ibukotanya ke Tokyo.

Selain dikarenakan pergantian kekuasaan, hal ini juga didorong dengan masalah-masalah yang biasanya terjadi di kota-kota besar, yaitu kepadatan penduduk dan pemerataan ekonomi. Sehingga kebijakan pemindahan ibukota Jepang diambil.

Tetapi bagaimana hasilnya? kalo melihat hasilnya, tentu saja hasilnya tidak perlu dipertanyakan lagi, saat ini Tokyo berkembang pesat sebagai pusat ekonomi di Jepang, sedangkan Kyoto sudah bertranformasi menjadi kota budaya yang tentunya bisa mendatangkan para wisatawan dari mancanegara, jadi tidak salah jika saat ini Kyoto menjadi destinasi favorit di Jepang.

Pemindahan ibukota Tanzania tidak berjalan mulus

Pemindahan ibukota sebuah negara, nampaknya tidak semua pasti berjalan mulus. Salah satu negara yang merasakan hal demikian adalah negara Tanzania.

Setelah memutuskan memindahkan ibukotanya dari Dar es Salam ke Dogoma yang sudah berjalan lebih satu dekade, namun nampaknya hal tersebut tidak berjalan sesuai keinginan, bagaimana tidak?

Dogoma yang dinobatkan sebagai ibukota baru Tanzania, mengalami masalah dalam pembangunan kotanya, pembangunan yang lambat membuat Dogoma tidak seperti ibukota-ibukota lain di negara maju, yang biasanya menjadi model kemajuan dari negara tersebut. Lebih parahnya lagi pembangunan kota di Dogoma, sering kalah dibandingkan kota-kota biasa lainnya.

Malaysia melakukan pemindahan administrasi negara dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya

Lain halnya dengan negara tetangga Malaysia, negara tetangga Indonesia ini tidak benar-benar memindahkan ibukota negaranya. Malaysia hanya memindahkan administrasi negara dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya.

Tetapi pemindahan tesebut sangat membuah hasil yang memuaskan bagi negara Malaysia, pada tahun 1999 keadaan Malaysia sangat berantakan, dari segi kemacetan, dan merosotnya ekonomi Malaysia, hal ini yang melatari diambilnya kebijakan pemindahan infrasturktur penting pemerintahan ke luar Kuala Lumpur.

Saat ini ekonomi Malaysia naik secara drastis, kemacetan yang terjadi di Kuala Lumpur juga sudah tidak ada lagi, tentunya membuat orang-orang semakin betah untuk tinggal dan menikmati keindahan ibukota Malaysia tersebut.

Negara Australia pernah memindahkan ibukotanya beserta semua aset dan bangunan-bangunan pentingnya

Australia merupakan negara yang pernah melakukan pemindahan ibukotanya secara besar-besaran, semua aset dan bangunan-bangunan penting pemerintahan dipindahkan dari Melbourne ke Canberra, namun kebijakan yang diambil tersebut membuahlkan hasil yang sampai saat ini bisa dirasakan oleh seluruh warga Australia.

Faktanya saat ini Melbourne menjadi pusat perekonomian disana, sedangkan Canberra berpredikat sebagai kota ternyaman untuk ditinggali.

Mengaca dari beberapa negara yang pernah memindahkan ibukotanya tersebut, seharusnya Indonesia perlu berkaca. kenapa? ternyata memindahkan ibukota negara bukanlah sebuah pekerjaan yang dilakukan dalam waktu satu hari satu malam saja, melainkan banyak aspek penting yang harus dipertimbangkan seperti faktor ekonomi, georafis, dan lain-lain.

Selain itu, kita juga harus melakukan riset mendalam mengenai hal ini. Agar nantinya jika pemindahan ibukota Indonesia benar-benar akan terlaksana, kebijakan yang diambil tersebut dapat membuahkan hasil yang memuaskan nantinya sebagai langkah awal dari kemajuan negara Indonesia itu sendiri.

Sponsored