Duh! Orang Cerdas Katanya Rentan Kena Penyakit Kejiwaan

Duh! Orang Cerdas Katanya Rentan Kena Penyakit Kejiwaan - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Penelitian baru ini akan mengejutkan orang-orang cerdas karena menurut hasil penelitian terbaru, mereka itu rentan kena penyakit kejiwaan. Sang peneliti melakukan survei kepada  3.715 anggota MENSA (organisasi orang-orang ber-IQ tinggi), yang mana syarat utamanya adalah mereka ini memiliki IQ di atas 130.

Nah, hasilnya menunjukkan kalau ternyata orang yang lebih cerdas itu sering memiliki sesuatu yang disebut dengan hyperexcitable brain. Itu berarti otak mereka lebih sadar akan apa yang terjadi di sekitar mereka, dan pada akhirnya menyebabkan sistem saraf pusat mereka menjadi lebih reaktif.

Reaksi yang ditimbulkan adalah mudah terkejut oleh suara-suara, atau kritikan yang ditujukan kepada mereka. Biasanya mereka kemudian menjadi stres, atau mengalami masalah mental lainnya.

Dr Nicole Tetreault, yang merupakan co-author pada penelitian tersebut, dikutip oleh Spring mengatakan:

“Sebuah penghinaan kecil seperti soal label pakaian atau suara yang tidak wajar dapat membuat stres kronis tingkat rendah yang kemudian mengaktifkan respon tubuh berlebihan.

Ketika sistem saraf simpatik menjadi aktif dan kronis, dia menjadi dalam keadaan melawan, menghindar, atau beku yang kemudian memicu serangkaian perubahan kekebalan baik pada tubuh maupun perilaku, mood, dan fungsi otak.”

Para peneliti baru sanggup mencapai kesimpulan ini setelah bertanya kepada anggota MENSA seputar suasana hati mereka, dan apakah mereka menderita jenis gangguan jiwa termasuk kecemasan, ADHD dan autisme.

Penulis lain dari penelitian ini, Audrey Kinase Kolb mengatakan:

“Jika kecerdasan tinggi bukanlah faktor risiko penyakit dan kelainan ini, kami akan melihat tingkat prevalensi yang sama antara kedua kelompok tersebut. Namun, dalam penelitian ini, populasi Mensa memiliki tingkat yang jauh lebih tinggi.

Contohnya, lebih dari 10% orang Amerika Serikat di diagnosis memiliki gangguan kecemasan, sedangkan anggota MENSA mencapai 20%. Untuk kondisi ini, mereka dengan kecerdasan tinggi memiliki antara 2 sampai 4 kali kesempatan untuk didiagnosis dibandingkan dengan rata-rata orang Amerika.”

Sponsored