Telegram Diblokir, Apa Kata CEO Telegram?

0
Telegram Diblokir, Apa Kata CEO Telegram? - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Beberapa hari terakhir, sempat berhembus kabar tak sedap bagi para pengguna media sosial, khususnya pengguna aplikasi Telegram. Pasalnya, aplikasi obrolan yang masuk dalam jajaran ‘10 Aplikasi Chat Terbaik’ tersebut akan diblokir seluruh penggunanya dengan alasan adanya unsur terorisme yang mengancam kesatuan dan persatuan NKRI.

Maraknya berita pemblokiran aplikasi Telegram telah menjadi trending topik di berbagai media sosial. Tak heran bila CEO sekaligus pendiri Telegram, Pavel Durov pun lantas bereaksi. Pavel Durov, tentu saja sangat gusar karena pemblokiran itu akan berpengaruh pada peminat yang begitu antusias dalam menggunakan aplikasi miliknya tersebut di Indonesia.

Pavel Durev mengakui adanya isu miring tersebut karena adanya putus komunikasi antara dirinya dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) terkait akan diblokirnya Telegam yang masih jadi perbincangan hangat hingga hari ini. Dengan maraknya berita tersebut, ia meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan dengan cara Telegram akan fokus dan berkomitmen untuk memberantas konten negatif dan unsur terorisme di Indonesia.

Komunikasi sudah dilakukan antara pihak Telegram dengan pemerintah Indonesia, antara lain dengan mulai memblokir semua saluran di Telegram yang berunsur negatif dan mengarah kepada tindakan terorisme. “Beberapa waktu lalu, seluruh konten yang ada di dalamnya sudah saya laporkan kepada pemerintah Indonesia, khususnya menteri informatika dan komunikasi Indonesia, begitu pun dari pihak mereka kepada pihak Telegram.” ujar Pavel Durov.

Selain itu, kedua pihak pun mengambil tindakan kedua yang dimana Pavel Durov telah mengirim email balasan kepada menkominfo agar proses komunikasi antara kedua belah pihak bisa berjalan dengan baik. “Email yang dikirim seharusnya memungkinkan pihak kami untuk bisa bekerja lebih efisien (lagi) dalam mengidentifikasi dan menghalangi berbagai upaya atau propaganda terorisme yang mengancam Negara Indonesia.” tambah Pavel Durov yang berkebangsaan Rusia itu.

Langkah berikutnya yang dilakukan pihak Telegram adalah dengan membentuk tim moderator yang telah memiliki kemampuan bahasa dan budaya Indonesia dengan baik. Tentunya, tim tersebut memiliki visi dan tugas untuk memproses dan menyelesaikan seluruh keluhan mengenai adanya hal-hal negatif dari seluruh pengguna Telegram di Indonesia berkaitan dengan terorisme.

Dirinya mengaku telah berhasil mengirimkan sebuah email kepada menkominfo mengenai tindakan sekaligus solusi mengenai permasalahan yang saat ini meresahkan seluruh pengguna atas aplikasi miliknya yang dimana saat ini ia masih menunggu timbal balik dari menkominfo.

“Saya yakin, kami (Telegram) bisa menyelesaikan permasalahan yang saat ini melanda seluruh pengguna aplikasi ini di Indonesia dan mampu menghapus konten propaganda terorisme tanpa sama sekali mengganggu dan meresahkan seluruh pengguna Telegram yang saat ini ada puluhan juta di Indonesia.” kata Pavel Durov

Sumber : tekno.liputan6.com

Sponsored