Ario Danu: Dari Keraton ke Sirkuit Balap, eh…Nyasar ke Dunia Politik…

Anak Keraton yang Sukses di Sirkuit Balap
Meskipun Berdarah Biru tapi jiwanya tetap Merah Putih

Ario Danu: Dari Keraton ke Sirkuit Balap, eh...Nyasar ke Dunia Politik...MOTIVASI.com – Pembawaan pria yang satu ini pasti akan membuat lawan jenis ‘tersipu malu’. Memegang jabatan sebagai Marketing Communications Manager salah satu hotel ternama di bilangan Jakarta Utara membuat pria bernama Ario Danu harus dapat selalu tampil ramah dan rapih. Sangat bertolak belakang saat harus tampil di arena balap yang berpayung panas dan terik serta mengharuskannya tampil keras.

Pria yang akrab disapa Danu ini memang sudah mencintai dunia otomotif sejak kecil ditandai dengan berhasilnya Danu kecil meraih gelar Juara Nasional Gokart untuk kelas Junior Kadet Class saat duduk di bangku SMP. Pria yang memiliki postur diatas rata-rata pria Indonesia ini mengaku bahwa semua yang telah diraihnya saat ini harus melalui perjuangan berat dan tidak diraih secara instan.
Menyiapkan Generasi Muda melalui Kiprah Nyata
Danu Ario, Meski Berdarah Biru namun Jiwanya Tetap Merah Putih

Danu memang memiliki silsilah darah biru dari Keraton Solo. Namun pria lulusan Murdock Perth Australia ini tidak mau besar kepala akan hal itu. Danu mengakui bahwa sedari kecil dirinya sudah mencoba untuk hidup mandiri, terutama dalam meniti karier tanpa harus mendompleng darah ningrat yang dimilikinya.

“Di Solo, mungkin keluarga kami dihargai dan dihormati. Tapi apakah hal yang sama bisa berlaku di luar Solo? Saya tidak mau menutup diri dan selalu mempunyai keinginan untuk terus belajar dari dunia luar. Karena silsilah itu hanya identitas garis keturunan saja,” aku putra dari Purnawirawan TNI (Alm) Juwanto Nataningrat ini.

Dalam menjalani kehidupannya Danu selalu berpegang pada 4 prinsip hidup yang diyakininya dapat membuat kehidupannya dapat berjalan pada koridornya,yaitu  fokus, awareness, tidak peduli omongan orang lain dan membuat sejarah. “Saya selalu ingin melakukan sesuatu yang ‘out of the box’ atau berbeda dari kebanyakan, karena saya selalu ingin mempunyai icon tersendiri,” aku Danu yang mahir di musik jaz.

Jatuh Hati Pada Nasdem

Prinsip hidup inilah yang membuat Danu akhirnya mempunyai tekat untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi dari sekarang. Menurut bapak satu anak ini, arena balap belum mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Danu mempunyai harapan jika dapat menduduki kursi wakil rakyat, maka dirinya dapat ikut membangun Indonesia agar menjadi lebih baik !

Pria yang murah senyum ini diam-diam memang mempunyai kekhawatiran akan perkembangan anak muda yang ada di Bogor. Danu sangat trenyuh dengan angka pengidap HIV di Bogor yang mencampai jumlah 38% dari jumlah penduduk Kota Bogor yang 1,2 juta dan ini diderita pada anak mudanya.

Di usianya yang menginjak kepala empat, Danu ingin berkiprah di dunia politik
Ario Danu, Bocah Keraton yang Sukses di Arena Balap Mobil

Tekat inilah yang membuat Danu tidak perlu berpikir dua kali untuk terjun di kancah politik dengan bergabung sebagai kader Nasdem Kota Bogor dan akan maju sebagai calon legislatif (caleg) mewakili Kecamatan Bogor Timur pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang nanti.

“Saya belum tentu bisa berbuat banyak untuk masyarakat Indonesia kalau hanya lewat balapan. Di usia ke – 40 saya merasa matang dan siap untuk melakukan sesuatu bagi Rakyat Indonesia, khususnya Kota Bogor lewat Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Timur,” tegas suami dari Ike Trinanda ini.

Sebagai anak muda Danu mempunyai cita-cita untuk dapat menginspirasi generasi muda Indonesia khususnya di Bogor. Ia ingin mengajak generasi muda Indonesia, khususnya di Kota Bogor untuk mengenal arti berpikir positif, terutama saat dalam keadaan down. Sepertinya Danu lebih suka untuk memberi pancing ketimbang langsung ikannya pada anak muda di Bogor yang ingin maju dan merubah keadaan.

Ario Danu: Dari Keraton ke Sirkuit Balap, eh...Nyasar ke Dunia Politik...

“Saat dalam posisi down, biasanya orang frustrasi dan lebih banyak menghabiskan waktu berdiam diri bahkan melakukan hal-hal negatif. Tapi bagi saya, saat jatuh itulah waktunya untuk menata kembali kehidupan dan mengumpulkan bekal untuk langkah selanjutnya,” ungkap pria kelahiran 19 November 1976 ini.

Hingga saat inipun Danu tidak pernah bosan untuk memberikan contoh kunci kehidupan kepada generasi muda yaitu harus tetap tekun dan terus belajar untuk mencapai yang diinginkan. “Inilah yang akan terus saya coba terapkan dan ingin selalu menularkannya pada generasi muda agar mampu bersaing lewat keahlian yang dimiliki. Salah satu contohnya adalah berkarya melalui jalur politik,” tandas Danu dengan tegas.

Sponsored