Arah IHSG setelah Pidato Trump yang di Luar Ekspektasi Investor.

arah IHSG motivasinews

MOTIVASInews.com – Hanya tinggal 7 hari lagi menjelang pelantikan Presiden baru Amerika Donald Trump pada 20 Januari mendatang. Belum lama ini, Trump telah melakukan pidatonya dan memberikan beberapa sentimen terhadap Dollar dan IHSG. Sentimen apa itu?

Indeks Saham Gabungan (IHSG) kemarin dari lampiran laman ellen-may.com bergerak mixed. IHSG sempat menguat pada sesi 1 pasca konferensi pers pertama Donald Trump yang minim akan detail rencana stimulus kebijakannya. Akibat hal itu, dollar langsung melemah hingga Rp 13.285 dan memberikan dorongan IHSG untuk rebound hingga sesi 2. Namun, berakhir ditutup melemah 0,16% atau 8,49 poin ke level 5.292,75.

Dapat Sentimen Dari Amerika, Harga Minyak Kembali Memanas.

Pada perdagangan Kamis kemarin, harga minyak WTI kontrak Februari 2017 berada di posisi US$52,54 per barel, naik 0,26 poin. Sementara minyak Brent kontrak Februari 2017 bertengger di US$55,58 per barel, meningkat 0,48 poin. Kenaikan minyak ini dikarenakan pasar dipengaruhi sentimen campuran dari Amerika. Pasalnya, jumlah stok dan produksi meningkat, tetapi terjadi lonjakan penggunaan kilang yang mengindikasikan naiknya konsumsi. sentimen dari Amerika sebetulnya cenderung mengarah positif bagi harga minyak. Namun, pasar masih belum melihat sejauh mana realisasi pemangkasan produksi yang disepakati pada tahun lalu.

Kenaikan harga minyak ini, dapat memberikan sentimen positif untuk beberapa saham di sektor perminyakan seperti misalnya BIPI, ELSA, ENRG dan MEDC. BIPI memiliki pola yang cukup menarik, karena sudah mulai terjadi breakout dan akan mulai membentuk resistance baru.

Jelang Pelantikan Trump, Dollar Cenderung melemah.

Mata uang dolar Amerika berpotensi mengalami pelemahan menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika pada 20 Januari 2017. Pasar masih menunggu proyeksi penerapan kebijakan sang pemimpin anyar dan arah keputusan Federal Reserve. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 38 poin atau 0,29% ke level Rp13.281 per dolar Amerika pada perdagangan rabu kemarin. sinyal pelemahan dolar Amerika sudah dimulai pada awal 2017, karena faktor reli yang sudah terlalu tinggi pada akhir tahun lalu. Namun, belakangan tidak hanya faktor teknikal yang menekan kinerja dolar, melainkan juga fundamental perekonomian.

Pasar merespon negatif karena Trump tidak menyampaikan secara detail penerapan kebijakan fiskal dari pemerintah baru maupun proyeksi perekonomian Paman Sam. Alhasil, pasar mengkalkulasi ulang potensi pertumbuhan ekonomi Amerika.

Tak Singgung Soal Ekonomi, Investor Kecewa.

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berpidato pertama kalinya beberapa hari yang lalu. Di luar dugaan, dalam pidatonya itu, Trump tidak membicarakan tentang kebijakan ekonomi yang bakal dilakukannya. Padahal para investor sudah sangat berharap bahwa Trump akan setidaknya memberikan gambaran mengenai kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan dilakukannya. Namun, bukannya membahas hal tersebut seperti yang dijanjikan akan dilakukannya, Trump malah membahas masalah Negara Rusia.

Akibat pidato Trump, nilai tukar dolar Amerika terhadap yen turun. Dolar turun ke 114,245 yen, yang merupakan tingkat terendah sejak 9 November 2016 lalu. Sedangkan untuk rupiah, tercatat pada kamis kemarin, nilai dollar melemah menjadi Rp 13.285 dari posisi rabu sore di angka Rp 13.328.

Saat ini, investor global sangat menantikan pidato Donald Trump saat resmi dilantik menjadi presiden pada tanggal 20 Januari nanti. Karena, yang akan dikatakannya nanti dapat mempengaruhi kondisi pasar global.

Apakah Trump benar-benar akan membicarakan tentang proteksionisnya dan juga policy ekonominya, ataupun terkait kebijakan kebijakan perdagangan internasional?

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve Janet Yellen direncanakan akan menyampaikan pidatonya pada pagi ini. Faktor yang lebih kuat datang dari pidato Yellen, dimana pasar menantikan proyeksi kejelasan pengerekan suku bunga The Fed dan proyeksi ekonomi Amerika. jika penyampaian Yellen senada dengan FOMC Minutes, maka sentimen negatif menyelimuti dolar Amerika dan dapat memberikan dorongan untuk rebound bagi IHSG.

Bagaimana sentimennya? Akankah pidato Yellen memberikan sentimen positif bagi IHSG? Serta saham dan sektor apa saja yang akan menjadi primadona pada bulan ini?

Bagaimana Dampaknya buat Pasar Saham Indonesia ?

Jelas sekali nampak bahwa sikap yang diambil oleh Trump itu memicu sebuah indecision baru dalam pasar.

Keinginan investor untuk mengetahui arah pasar sangatlah jelas dan penting karena dapat berdampak bagi berbagai aspek. Sikap Trump yang seringkali di luar dugaan tersebut, dapat memicu volatilitas pasar lebih tinggi ke depan.

Sementara itu, hari ini, pasar menanti pidato Janet Yellen, yang akan membuat market dalam masa penantian / indecision.

IHSG berpotensi bergerak mixed dengan range 5300-5400.

Saham-saham perbankan akan kembali terkonsolidasi, terkait dengan konsolidasi pada bigger picture. Untuk sektor perbankan saat ini, saya mencermati saham BBRI yang membentuk pola inverse head and shoulders dan saham BBTN.

Sementara itu, sektor property mulai berbunga dan berbuah setelah diturunkannya suku bunga beberapa kali pada tahun 2016 yang lalu.

Beberapa saham sektor property dan sektor lainnya dalam Monthly Hot List Januari 2017 sudah mulai menghasilkan profit. Apa yang sebaiknya dilakukan ?

penulis: dwi priyanto

Sponsored