Tradisi Natal di Seluruh Dunia Berbeda-Beda.

MOTIVASInews.com – Masing-masing negara punya tradisi Natal sendiri. Terbukti dengan Bapak Natal atau St. Nicholas yang punya banyak sebutan. Misalnya, mereka yang tinggal di Amerika Serikat memanggilnya dengan “Santa Claus”. Sementara teman-teman dari Belanda menyebutnya Sinterklaas.

Selain itu, kemeriahan pohon Natal baru hadir di Eropa dan Amerika setelah seorang pangeran Jerman membawanya ke Inggris pada 1840.

Ingin tahu lebih banyak tentang tradisi Natal dari seluruh dunia? Berikut seperti dilansir dari situs Reader’s Digest:

1. Ukraina.

Hiasan Natal berupa sarang laba-laba di dinding.

Tidak, kami tidak salah mengutip. Tradisi ini berawal dari legenda janda miskin di Ukraina yang tak mampu menghias pohon Natal di rumahnya. Keajaiban terjadi ketika anak-anaknya terbangun di pagi Natal. Pohon di rumah mereka tertutupi sarang laba-laba yang tampak berkilau perak dan keemasan tertimpa sinar matahari pagi.

2. Jamaica.

Orang-orang di Jamaica berdandan dengan kostum meriah dan berparade untuk menyambut Natal. Para penari “Junkanoo”, tarian tradisional Afrika, juga ikut memeriahkan perayaaan ini. Biasanya festival ini digabungkan dengan perayaan Boxing Day yang jatuh sehari setelah Natal.

3. Spanyol.

Hidangan khas Spanyol, turron, hidangan manis yang terbuat dari madu, putih telur, gula, dan almond panggang biasa disajikan saat Natal. Kabarnya resep spesial ini sudah ada sejak abad ke-16.

4. Inggris Raya.

Daun mistletoe pertama kali digunakan sebagai hiasan Natal di Inggris Raya. Meski begitu, tradisi berciuman di bawah sulur mistletoe berasal dari orang-orang Skandinavia.

5. Belanda.

Anak-anak di Belanda menerima hadiah dari Sinterklaas pada 5 Desember, bukan pada Malam Natal atau tepat di hari Natal. Selain itu, jika anak-anak tersebut meninggalkan wortel untuk kuda Sinterklaas, maka dia akan mendapat bonus permen dari sang Bapak Natal.

6. Islandia.

Tiga belas jolasveinarnir atau “Para Putera Natal” mengirimkan hadiah-hadiah Natal pada anak-anak di Islandia.

Awalnya, Para Putera Natal ini hanya berniat jahil. Masing-masing dari mereka akan muncul pada hari tertentu menjelang Natal untuk menggoda atau memberi trik pada orang-orang.

7. Jepang.

Jika anak-anak di Belanda menerima hadiah Natal pada 5 Desember, maka anak-anak di Jepang mendapat hadiah mereka di balik bantal pada Malam Natal. Dan makanan tradisional Natal di Jepang berupa ayam goreng.

8. Norwegia.

Beberapa negara punya tradisi mengaitkan sapu dengan penyihir. Itu sebabnya sapu di rumah-rumah di Norwegia disembunyikan pada Malam Natal untuk menghindari penyihir mencuri dan menungganginya.

Tradisi lain yang dilakukan orang-orang Norwegia pada Malam Natal adalah meletakkan mangkok berisi bubur di lumbung untuk kurcaci yang menjaga lumbung.

9. Jerman.

Anak-anak di Jerman biasa menghias daftar permintaan Natal mereka dengan gambar atau foto lalu menggantungnya di jendela semalaman. Kemudian Christkind (malaikat Natal) akan mengirimkan hadiah-hadiah pada hari Natal.

Meninggalkan salah satu sepatu atau boot di luar pintu rumah pada 5 Desember juga jadi tradisi Natal di negara ini.

10. Rusia.

Di negara ini, Natal tidak dirayakan pada 25 Desember melainkan pada 7 Januari. Juga bukan Santa Claus yang memberi hadiah untuk anak-anak, tetapi Babouschka.

Dalam bahasa Rusia, Babouschka berarti wanita tua atau nenek. Tradisi ini berasal dari sebuah kisah di Alkitab tentang seorang wanita yang tak memberi hadiah bagi bayi Yesus. Untuk menebus hal itu, dia memberi hadiah pada anak-anak pada perayaan Natal.

11. Polandia.

Tradisi santap Natal di Polandia disebut dengan Wigilia yang berasal dari Bahasa Latin dan berarti “menyaksikan”. Biasanya jamuan makan ini dilaksanakan pada Malam Natal. Keluarga di Polandia meyakini apa yang terjadi pada perayaan Wigilia bisa memprediksi kondisi tahun mendatang.

12. Italia.

Keluarga di Itallia merayakan Malam Natal dengan Feast of the Seven Fishes serta menyantap lentil selama libur hari raya agar keberuntungan dan kemakmuran mengikuti di tahun berikutnya.

Sementara itu, anak-anak Italia mendapat hadiah dari La Befana saat perayaan Natal.

13. Irlandia.

Sudah menjadi tradisi bagi keluarga di Irlandia untuk meninggalkan pie daging cincang dan minuman Guinness Ale sebagai kudapan untuk Santa.

14. Finlandia.

Pohon Natal tidak dihias dengan lampu atau bola-bola lucu di Finlandia. Bentuk-bentuk bergerak geometris yang terbuat dari sedotanlah yang jadi hiasan pohon Natal di negara ini. Kemudian, sebelum bertemu Santa, orang-orang akan menikmati mandi sauna lebih dulu.

Sponsored