Antara Inter Milan atau Pacarku

MOTIVASInews.com – Pertandingan sepakbola liga Italia serie A antara AC Milan menghadapi Inter Milan memang sayang untuk dilewatkan. Pertandingan tersebut kadang memaksa aku untuk tidak tidur semalaman walaupun esok paginya aku harus kembali bekerja. Namun tidak aku hiraukan, namaku Budi bekerja sebagai event coordinator salah satu perusahaan periklanan di Jakarta. Aku masih single dan sudah mempunyai pacar yang selalu mengingatkanku tentang petingnya istirahat, namanya Amanda gadis asal Makassar namun besar di Jakarta. Dia mungkin terlalu sempurna untukku, namun begitulah dia, perempuan baik yang mempunyai banyak mimpi tentang pernikahannya bersamaku kelak.

“Sayang kamu jangan nonton sepakbola dulu ya, kamu tuh ya kalo udah denger AC Milan pasti deh paling semangat,” Amanda katakan padaku.

“Engga gitu sayang, aku udah janji sama anak-anak buat nonton pertandingan itu. Apa lagi kan ini AC Milan lawan Inter Milan, pertandingannya pasti bakal seru yang, please ijinin aku jalan sama mereka ya,” ujarku untuk membuatnya mengerti.

“Terserah kamu deh, tapi inget ya kamu jangan lupa buat minum vitamin yang aku beliin kemarin, boleh kerja sama main tapi inget kesehatan kamu ya sayang,” cetusnya yang selalu membuat tenang setiap kali dia memberikan nasehat.

“Siap bos!.

Setelah diberikan lampu hijau oleh Amanda, aku langsung bergegas menyiapkan segala peralatan wajib nobar (Nonton bareng), Jersey AC Milan, syal, dan beberapa atribut lainnya sudah lengkapku persiapkan. Namun tiba-tiba Hpku berdering, ternyata telepon dari teman nobarku Edvan menelepon.

“Halo bud, sory gue ngga bisa ikut nobar ya. Cewe gue nggak ngasih gue keluar malem-malem,” kata Edvan diujung telepon.

“Yah, payah lu. Cewe gue emang paling sempurna deh, dia malah bawain gue vitamin buat nobar,” ucapku bangga.

“Iya udah, cewe lu emang nomer satu deh. Salam buat anak-anak yang lainnya ya Bud. FORZA MILAN!,” teriak Edvan yang sedikit membuat kupingku sakit.

Aku langsung menuju venue tempat dimana komunitas Milanisti Indonesia membuat acara nobar tersebut. Penuh memang, membuatku bingung mencari temanku diantara beberapa fans klub AC Milan disini. Sulit mencari, akhirnya aku memilih masuk terlebih dulu dan berharap aku akan bertemu mereka di dalam.

Di dalam tidak jauh berbeda dengan apa yang nampak di luar, para tifosi sebutan untuk fans sepakbola memadati tempat ini. Akhirnya betul saja tidak lama aku masuk temanku Dona dan Rahmat juga terlihat membeli tiket masuk. Kami tidak pernah membuat janji untuk melakukan nobar sehingga kami memang selalu datang sendiri-sendiri.

“Bro Rahmat, Bro Dona lama amat kalian gue kira kalian nggak datang,” candaku pada mereka.

“Derby bro, masa gue ngga dateng sih. Yakali dah,” jawab Dona.

“Eh cari tempat duduk yang enak yuk,” seru Rahmat pada kami.

Pertandingan berjalan sangat seru, namun sayang akhirnya tim kesayanganku harus kalah dengan skor tipis 2-1. Sangat menyakitkan memang, karena Inter Milan mampu mencetak gol dimenit-menit akhir pertandingan. Selepas pertandingan Aku dan para sahabatku berpamitan pulang. Aku langsung membuka Hpku dan terdapat 19 Misscall dan 4 SMS, ternyata Amanda mengkhawatirkan ku.

“Sayang kamu lupa minum obat ya, aku tadi mampir ke tempat kos kamu lho, dan vitaminnya aku hitung masih sama jumlahnya nggak berkurang,” bunyi SMS pertama.

“Sayang kamu lupa ya buat beli sabun mandi, sabun mandi kamu udah abis. Aku udah ganti ya sama yang baru,” bunyi SMS kedua.

“Yah sayang aku lupa buat ambil baju kotor kamu,” bunyi SMS ketiga.

“Aku udah di depan kos kamu ya,” SMS terkahir dari Amanda 15 menit selepas pertandingan AC Milan selesai.

Aku sangat terganggu dengan apa yang pacarku khawatirkan, seolah dia tidak mempercayai apa yang telah aku lakukan diluar. Aku tancap gas menuju kostanku yang tidak jauh dari tempat venue nobar tersebut. Sesampainya aku dikostan aku dikejutkan dengan penampilan Amanda yang beda. Dia menggunakan Jersey AC Milan dan tertidur depan pintu kamarku. Aku terkejut dan entah kenapa aku tidak mampu marah dengan apa yang telah dia lakukan.

Amanda selalu berujar dirinya tidak menyukai sepakbola. Jangankan suka menemani ku untuk sekedar membeli Jersey di daerah Senayan saja dia enggan menghantarku kesana. Melihatnya menggunakan Jersey AC Milan membuatku terkejut dan terharu.

“Sayang,” kubangunkan dia dengan kecupan mesra dikeningnya.

Setelah terbangun Amanda langsung memeluku dengan penuh perasaan, aku tambah bingung dengan apa yang terjadi. Dia lalu berkata “Sayang kamu ngga apa-apakan, aku tadi coba buat browsing AC Milan vs Inter Milan, ternyata mereka musuh bebuyutan ya. Tim kamu kalahkan kan, aku nggak mau kamu sedih walau sedikitpun. Aku mau disamping kamu disaat kamu sedih kaya gini. Mungkin aku sedikit berlebihan sama kamu tapi ini yang aku bisa lakuin buat kamu. Aku nggak mau sedikitpun kelewatan nemenin kamu disaat kamu sedih kaya gini.

Aku terguncang dan entah kenapa aku sangat tidak peka dengan apa yang Amanda telah lakukan padaku. Aku merasa bersalah padanya, selama ini aku selalu memarahinya jika dia terlalu mengguruiku.

“Maafin aku ya sayang, hal kecil seperti ini aja kamu peka banget. Aku sama sekali nggak pernah berpikir seperti ini. Aku salah banget sama kamu yang, maafin aku,” ujarku.

Banyak hal yang mungkin tidak pernah kita ketahui apa yang sebenarnya dipikirkan pasangan kita, walau sedikit berlebihan namun kadang hal tersebut membuat kita tahu sebenarnya dia peduli dan sayang terhadap kita. Bukan hal yang mudah memberikan perhatian yang besar pada pasangan kita.

Jika sudah mendapat orang yang benar-benar sayang terhadap kita. Jaga dia, karena kita tidak pernah tahu apakah kita mampu jika nantinya perhatian, kasih sayang dan kenyamanan itu hilang. Apakah kita mampu jika nantinya orang yang sudah benar-benar sayang terhadap kita malah mencintai orang lain.

kode unik:

Sponsored