Antara Medsos dan Diet…..

Diet - Motivasinews.com
Source image: diasweethealthy.com

MOTIVASInews.com – Senyum tersungging tampak jelas di wajah Dina di facebook. Dari foto profile picture miliknya yang full body bersama teman-temannya, Dina mengaku kini merasa lebih percaya diri. Hal itu lantaran ia telah berhasil menurunkan berat badannya melalui program diet yang dijalankannya.

“Saya sekarang sudah lebih pede kalo upload foto di FB karena diet sekarang kurusan,” kata gadis berusia 27 tahun ini. Tentu saja, Dina hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak user media sosial atau medsos yang memiliki pemikiran yang sama tentang pentingnya sebuah eksistensi.

Di zaman yang serba digital ini, yang dibarengi dengan berkembangnya medsos, secara tidak sadar telah memunculkan mindset baru tentang arti sebuah eksistensi diri dan penerimaan sosial. Penggunaaan medsos seperti facebook, instagram, atau path telah membuat para netizen memiliki ruang sebagai sarana untuk mengekspresikan dan mengupdate keadaannya terkini. Termasuk dalam hal pamer penampilan tubuh langsing ideal. Bahkan sampai ada yang selalu mengupdate program-program dietnya atau kebugarannnya.

Tidak ada yang salah dengan hal itu memang. Bahkan bisa memunculkan dampak positif jika memang dengan berhasilnya program diet yang dijalankan telah membangkitkan energi positif yang dapat menular kepada orang-orang disekitarnya.

Lantas bagaimana sebenarnya pengaruh medsos sebagai penggerak seseorang untuk melakukan diet? Apakah trend diet dengan alasan karena ingin dipuji di medsos bersifat positif atau malah dapat memunculkan dampak negatif dalam jangka panjang?

Dahulu, sebelum munculnya medsos, alasan orang melakukan program diet karena untuk menjaga kesehatan. Orang dengan berat badan yang berlebih atau obesitas merasa khawatir terhadap timbulnya berbagai gangguan kesehatan. Seperti penyakit jantung, kanker prostat pada pria dan diabetes. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyerang jika terdapat timbunan lemak yang berlebih pada tubuh manusia.

Namun dengan munculnya medsos, alasan kesehatan tampak menjadi klise, dan bukan satu-satunya lagi untuk membuat orang melakukan diet. Minimal ingin terlihat lebih cantik, tampan ataupun hanya untuk sekedar gengsi saat pasang atau share foto terbaru.

Meski menurunkan berat badan sebuah usaha yang cukup sulit, namun hal itu akan dilakukan. Jika diet berhasil, secara otomatis tentu akan mendapatkan foto terbaik dalam hal penampilan fisik.  Secara otomatis, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri dalam kesehariannya.

Bahkan, tidak sedikit pula orang yang berpikiran lebih baik mengeluarkan uang untuk program diet atau kebugaran ketimbang mengeluarkan uang untuk membeli baju baru dengan ukuran yang lebih besar setiap tahun.

Di sisi lain, medsos nyatanya juga berdampak negatif bagi orang yang gagal dalam berdiet menurunkan berat badannya. Tekanan sosial dan keinginan untuk eksis yang tidak terpenuhi pada akhirnya membuat orang memilih jalan untuk tidak aktif di medsos, menutup akun medsosnya atau bahkan tidak ingin memiliki medsos.

Bukan karena orang tersebut merasa iri atau sombong, melainkan karena medsos secara tidak langsung telah membuat rasa percaya diri berkurang atau bahkan minder.

Kode unik: Next Article

Sponsored