Belajar Arti Berbagi dari Jackson Wilmar

jackson  motivasinews

MOTIVASInews.com – Jackson Wilhelmus Wilmar, salah seorang korban tewas dalam musibah terbakarnya KM Zuhro, sesungguhnya bisa saja menyelamatkan diri. Saat itu ia memakai pelampung dan mampu mengambang dan bertahan hingga bantuan datang. Namun di saat-saat terakhir hayatnya, Jackson justru mengajarkan arti berbagi yang sesungguhnya. Terutama kepada mereka yang masih saja memanipulasi isu sara demi kepentingan politik sesaat.

Laki-laki 40 tahunan itu lebih memilih menolong korban lain, seorang ibu bernama Fitri yang tengah hamil tiga bulan. Bahkan ketika pelampung yang digunakan Jackson tak lagi dapat menahan mereka, Jackson dengan sekuat tenaga berusaha menjaga agar sang ibu tidak tenggelam. Meski keselamatannya sendiri yang menjadi taruhan. Almarhum Jackson adalah seorang penganut Katolik, sementara Fitri adalah seorang muslim.

Menurut Hekson, sang adik, Jackson bahkan tidak bisa berenang.

Hekson yang tinggal di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan itu, menyebutkan tindakan heroik sang kakak diketahui penumpang lain yang selamat. Penumpang tersebut merupakan teman satu rombongan Jackson.

Hekson menuturkan, Jackson yang bekerja di sebuah kafe bilangan Bogor, pada Minggu (1/1/2017) bertolak ke Pulau Tidung untuk berlibur dengan rekan-rekan kerjanya.

Saat kapal mulai mengeluarkan asap, Jackson yang telah menggunakan pelampung badan seketika meloncat. Namun, ketika banyak penumpang lain yang juga loncat dari kapal tidak mengenakan pelampung, Jackson merasa perlu menyerahkan satu-satu penyelamatnya.

“Dia sebenarnya sudah pakai pelampung, tapi diberikan ke seorang perempuan yang sedang hamil di laut,” kata Hekson.

Keluarga masih mengenali tubuhnya, perubahan hanya sedikit karena banyak air laut yang tertelan saat tenggelam. Saat ditemui di depan Posko Ante Mortem RS Polri, Hekson tampak menemani anak kandung Jackson tengah menunggu giliran diambil sampel DNA-nya.

Keluarga memakamkan Jackson secara Katolik di pemakaman dekat rumah orang tua mereka, bilangan Pondok Aren.

Keluarga Jackson, terutama anaknya, sudah seharusnya bangga terhadap ayahnya. Karena Jackson telah memberi pelajaran penting dalam hidup kita. Bahwa berbagi itu tidak boleh pandang bulu, termasuk urusan agama.

Selamat jalan Jackson. Pengorbanannmu tidak akan sia-sia, percayalah.

Penulis: F Ferdinand

Sponsored