Bagaimana Sektor Properti di Tahun 2017

MOTIVASInews.com –┬áSektor properti pada tahun 2016 terasa melambat. Bagaiman dengan tahun 2017? Apa pendapat dari pihak Real Estate Indonesia (REI) ? Adakah sentimen pendorongnya?

Hari ini perdagangan IHSG terasa sepi. Total transaksi hari ini hanya sebesar Rp 4,99 triliun. Dan sore hari ini IHSG ditutup di level 5,359.29 atau menguat 0.16%. Sektor pendorong IHSG hari ini masih sektor mining dengan penguatan +1.39%. Investor asing hari ini tercatat net sell di Rp 160.96 miliar

Salah satu indikasi kelesuan itu tampak pada hasil survei harga properti Bank Indonesia (BI) di triwulan IV 2016. Pada periode tersebut, pertumbuhan harga properti residensial secara tahunan (yoy) melambat dari 2,75% (triwulan III) menjadi 2,38%.

Tahun 2016, merupakan tahun yang lesu untuk sektor properti. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei harga properti oleh Bank Indonesia (BI). BI mencatat, pada kuartal IV 2016, pertumbuhan harga properti melambat dari 2.75% menjadi 2.38% yoy.

Namun begitu, Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI), Totok Lusida, mempunyai pandangan yang positif mengenai sektor properti di tahun 2017 ini. Menurutnya, harga properti bisa naik sebesar 10% – 20% pada tahun 2017 ini. Namun begitu, kuartal I 2017 ini permintaan properti masih stagnan. Lalu ? Kok katanya bisa naik ?

Ya, bisa naik. Satu hal yang paling mendukung sektor properti adalah Tax Amnesty. Tax Amnesty akan berakhir pada bulan Maret 2017. Selesai kuartal I 2017 ini, diprediksi sektor properti akan melaju kencang. Hal ini dikarenakan, akan masuknya banyak dana hasil dari tax amnesty dan dana ini akan masuk ke sektor properti. Karena properti dianggap sebagai salah satu instumen investasi yang dianggap paling stabil.

Sektor Yang Terkena Imbas Positif.

Ketika sektor properti naik, maka sektor yang juga akan ikut terkena imbasnya adalah sektor konstruksi, semen dan juga perbankan. Kenapa begitu ? Ya, karena untuk membangun properti seperti rumah tentu saja membutuhkan barang-barang dasar seperti semen. Hal ini akan mendorong penjualan semen dan sekaligus meningkatkan laba bersihnya.

Selain itu, sektor perbankan juga akan diuntungkan, dengan adanya dana Tax Amnesty yang masuk, yang akan membuat likuiditas bank semakin baik. Selain itu, dengan pamor properti yang kembali naik, sektor perbankan mendapatkan keuntungan dengan kenaikan permintaan untuk KPR.

Sponsored