Pesan Inspiratif dari Kesuksesan Jack Ma.

MOTIVASInews.com – Ketika saham Alibaba berjalan luar biasa, banyak orang yang bilang Jack Ma merupakan sosok yang sangat pintar. Banyak juga yang bertanya bagaimana bisa pria asal Cina itu membuat perusahaan begitu besar seperti Alibaba?

Akan tetapi apakah kamu pernah tahu, sebelum meluncurkan I.P.O (Saham Publik), banyak yang berkata bahwa nama Alibaba sangat buruk, banyak masalah di sana-sini, banyak masalah keuangan, dan lain sebagainya.

  • Tak pernah menyerah meski berulang kali mengalami kegagalan.

Sebelum menjadi tokoh sukses seperti sekarang ini, Jack Ma selalu gagal lolos tes seleksi masuk Universitas Harvard di Amerika sebanyak 10 kali. Meski begitu, Jack Ma tidak menyerah. Ia menilai kegagalan adalah hal yang biasa dalam hidup.

“Akhirnya saya masuk ke perguruan tinggi, yang mempunyai peringkat ke-3 dari 4 kampus di kota saya. Tetapi untuk saya itu adalah universitas terbaik yang saya miliki, lebih baik dari Universitas Harvard,” kata pemilik perusaan www.alibaba.com itu.

Pada tiga tahun pertama merintis usahanya, Jack Ma tidak mengantongi keuntungan sepeserpun. Dari situlah dia bangkit dan bekerja lebih keras untuk meraup keuntungan di kemudian hari.

  • Jangan pernah menunggu peluang, tapi ciptakanlah peluang itu.

Setelah usahanya berjalan selama 16 tahun, Jack Ma mempunyai Alibaba Group, TMall Group, Taobao Group, Alipay dan lain sebagainya. Pada saat itu, orang-orang bertanya, bagaimana anda membuatnya? Mengapa ini dibuat?

“Saya sempat bertanya kepada diri saya sendiri, ‘Kenapa saya tidak mempunyai kesempatan yang sama?’ Pertanyaan yang sama seperti anda semua. Kuncinya, saya berusaha menenangkan diri dan menciptakan peluang,” katanya.

“Peluangnya selalu berada ditempat dimana orang mengeluh. Sebagian orang memikirkan keluhan orang lain dan berpikir, ketika saya bisa menyelesaikan keluhan tersebut disitu adalah peluangnya. Itulah yang saya lakukan!”

  • Berpikir terbuka dan berbeda dari orang-orang yang lainnya.

Pada tahun 1994, Jack Ma sempat berdiskusi dan berjanji akan melakukan sesuatu dengan internet, yang ketika itu masih dianggap sebagai barang yang aneh. Saat mengetahui ide Jack Ma, 23 orang dalam diskusi tersebut menentangnya.

“Mereka bilang itu adalah ide yang bodoh. Kita tidak pernah mendengar apa itu internet, anda tidak tahu apa-apa tentang komputer, lalu apa yang akan anda lakukan dengan komputer?” kata Jack Ma.

“Seperti yang saya katakan, saat saya melihat internet pada tahun 1994 di Amerika, saya berpikir internet akan menjadi besar. Tetapi saya tidak menyangka bahwa internet akan sebesar hari ini,” ujarnya.

  • Belajar bahasa Inggris secara otodidak sebelum namanya mendunia.

Bahasa Inggris menjadi salah satu pendongkrak kesuksesan Jakc Ma. Ia paham betul, untuk masuk ke dunia yang lebih luas, ia harus memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Segala upaya ia lakukan untuk belajar.

Karena ia tak punya uang untuk mengikuti kursus, akhirnya ia belajar bahasa Inggris secara otodidak. Semua dilakukan demi mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha sukses dan dipandang dunia.

“Ketika saya masih muda, saya pergi ke Danau HangZhou, di sana banyak hotel dan banyak turis yang berkunjung. Saya setiap hari kesana jam 5 pagi untuk berlatih bahasa Inggris dengan turis asing yang datang,” ujar Jack Ma.

  • Salah satu kunci sukses adalah, berkawan dengan orang-orang sukses.

Jack Ma merasa beruntung mengenal banyak orang-orang terkenal seperti Bill Gates, Warren Buffer, Jack Welch, Larry Page, Mark Zuckerberg dan masih banyak lagi. Menurut dia, ada banyak inspirasi dan motivasi yang didapat dari mereka.

“Perbedaan antara mereka yang sukses dan terkenal dengan orang biasa adalah mereka sangat optimistis untuk masa depan. Mereka juga tidak pernah mengeluh. Mereka selalu mencoba menyelesaikan semua masalah,” kata dia.

Semoga kisah singkat di atas bermanfaat buat semua. Kalau sudah baca, jangan lupa di-share ke teman-teman yang lain, ya! Seperti kata Jack Ma, “Berbagilah. Ketika orang lain sukses, ketika orang lain bahagia, anda akan sukses dan bahagia…”

Penulis: dwi priyanto

Sponsored