Konglomerat yang Pernah Melarat (6)

Henry Miller

MOTIVASInews.com – Ia datang ke Amerika Serikat sebagai imigran yang sama sekali tak punya uang. Namun, Henry Miller kelak menjadi tuan tanah terbesar, yang bahkan ikut andil dalam sejarah pembentukan sejarah perbatasan barat.

Terlahir sebagai Heinrich Alfred Kreiser, ia meninggalkan rumahnya di Jerman pada usia 14 tahun dan tiba di Negeri Paman Sam pada 1846. Pria itu kemudian pindah ke California, sebagai ‘Henry Miller’ — nama yang tercetak dalam tiket kapal yang ia beli dari seorang penjual keliling. Tiket itu seharusnya tak bisa dialihkan ke orang lain dan nama sang penjual terlanjur tercetak di sana. Maka ia akhirnya menjadikan Henry Miller sebagai nama barunya.

Miller kemudian tiba di San Francisco. Hanya ada uang US$ 6 di kantongnya. Ia kemudian bekerja 7 hari seminggu sebagai asisten tukang daging. Setelah punya modal cukup, Miller akhirnya membuka tokonya sendiri.

Ketika para pemukim mengalir deras ke California, Miller menganggap itu sebagai kesempatan besar. Ia pun mengembangkan bisnis dengan cara membeli kawanan ternak dan padang rumput untuk menggembalakan ternak seluas ribuan hektar. Selama 50 tahun ke depan, Miller membangun kerajaan ternak. Tanahnya pun meluas, menjadi sekitar 1,3 juta hektar di California, Oregon, Nevada, dan Idaho.

Dia juga berinvestasi dalam sistem irigasi yang akhirnya mengubah lahan gurun tandus itu menjadi lahan subur.

Saat meninggal dunia di tahun 1916, kekayaan Miller diperkirakan mencapai US$ 40 juta.

Penulis   :   F Ferdinand

 

Sponsored