4 Cara Agar Cewek Tidak Emosian Saat Ditilang

MOTIVASInews.com – Bagaimana tanggapanmu ketika melihat video seorang pegawai Mahkamah Agung RI bernama Dora NS yang menganiaya petugas Polisi karena tak rela ditilang? Gemaskah atau kamu justru nggak habis pikir kenapa perempuan berhijab ungu tersebut mengamuk sampai mencelakai petugas lalu lintas? Kejadian ini, sebagai perempuan pengendara mobil dan motor, kita harus tahu betapa pentingnya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran bagaimana cara berkendara yang aman. Kalau Anda masih gunakan cara ini ketika ditilang, siap-siap dicap sama cowok “Ah cewek memang nggak bener kalau bawa motor atau mobil.”

  • Yang tidak boleh dilakukan:

1. Perlakukan Polisi dengan baik.

Biasanya, cara ini dipakai oleh beberapa perempuan yang jago banget flirting. Saat ditilang, justru si pengendara mengakui kesalahannya dan beralasan sedang buru-buru. Tapi karena nggak mau repot ke pengadilan, dia akan ajak ngobrol si Polisi agar merasa iba dan urung menilang.

2. Berdamai.

Cara ini memang terdengar lebih damai, tapi sebetulnya salah. “Baik-baikin” Polisi di sini maksudnya membujuk mereka untuk “berdamai”. Iya, berdamai dengan cara bersalaman sambil menyembunyikan uang di tangan supaya SIM Anda tidak ditahan dan tak perlu ke pengadilan.

Sebenarnya, cara di atas sangat dilarang dan tindakan yang salah. Memang sih, membayangkan proses penilangan di jalur resmi itu memakan waktu lama, sampai-sampai ada yang rela pakai calo segala. Karena itulah, sebagai pengendara harus mempunyai pengetahun berlalu lintas, supaya tidak jadi pengendara yang ‘asal-asalan’ dan bebas tilang. Tapi kalau Anda sering banget ditilang, ikutilah cara yang benar supaya Anda jadi warga yang patuh dengan hukum.

  • Yang sebenarnya harus dilakukan:

1. Simak penjelasan polisi yang menilang Anda.

Dengan kepala dingin, harus mendengarkan dulu alasan si Polisi menilangmu. Jangan buru-buru emosi. Harus diingat, polisi juga sedang melakukan tugasnya, dan kita sebagai pengendara juga wajib patuh dengan rambu lalu lintas.

2. Jika merasa tidak melakukan kesalahan, beri penjelasan dengan tenang.

Atau kata lainnya bernegosiasi. Tapi cara ini tetap ya bukan menganjurkanmu untuk menyogok Polisi. Anda berhak kok memberi penjelasan jika tidak melanggar lalu lintas. Karena itu, betapa pentingnya mengetahui Undang Undang Lalu Lintas agar tidak ditilang dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.

3. Mengakui kesalahan jika memang bersalah.

Jika memang salah, tak perlu gengsiĀ untuk mengakui kesalahanmu kepada Polisi. Lalu jangan berpikiran negatif kepada setiap Polisi. Siapa tahu, Polisi yang menilangmu, adalah Polisi yang jujur dan akan memberikan surat tilang, bukan malah meminta uangmu.

4. Harus paham alternatif penyelesaian tilang.

Saat Anda memutuskan memilih cara tilang yang resmi, Anda harus tahu kalau warna slip tilang itu ada 5. Untuk warna merah dan biru, diberikan kepada terdakwa. Sedangkan, kuning, putih dan hijau ditujukan kepada pihak berwajib. Bagi yang mengakui kesalahan, akan mendapatkan slip tilang warna biru yang berarti setuju tidak perlu pengadilan tapi wajib membayar denda tilang melalui bank tertentu yang sudah ditunjuk, uang yang Anda bayar pun untuk kas negara lho! Tapi kalau tidak ingin mengakui kesalahan Anda, maka akan mendapat surat tilang warna merah dan harus mengikuti persidangan, di situlah baru bisa membela dirimu sendiri.

Kalau ditilang, Anda mau pilih cara yang mana?

Semoga kita semua bisa menjadi pengendara yang patuh dengan rambu lalu lintas meski keadaan jalanan Jakarta memang “luar biasa” macet, dan bisa membuktikan kalau kita juga bisa berkendara dengan baik.

Sponsored