5 Pelajaran Bercinta dari Christian Grey

5 Pelajaran Bercinta dari Christian Grey - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Ketahuilah, kisah trilogi 50 Shades bukan hanya untuk konsumsi wanita. Pria juga bisa belajar banyak dari film yang diangkat dari novel karangan E.L. James ini. Sudah pasti, ada pelajaran seks yang bisa Anda dapat dari karakter utamanya, Christian Grey, seorang miliarder muda, seksi, ganteng, dan punya gairah tinggi untuk bercinta.

Memang tidak semua pria bisa sekaya Christian Grey, tapi pria di seluruh dunia bisa menjadi seperti Christian Grey, terutama dalam memperlakukan wanita dan seks. Mau tahu caranya?
1. Foreplay

Foreplay sangat penting untuk memancing nafsu seks wanita. Namun foreplay bukan selalu berarti Anda meraba payudara pasangan terlebih dulu. Foreplay bisa dimulai dengan tatapan penuh gairah, surat cinta di pagi hari atau panggilan telepon menggoda saat makan siang. Luangkan waktu agar pasangan Anda menantikan gerakan seksual Anda yang sebenarnya. Biarkan dia tahu bahwa Anda berpikir tentang berhubungan seks dengannya.

2. Menguasai seks

Wanita senang dan mau menyerahkan diri pada pasangan yang tahu apa yang dilakukannya di tempat tidur. Ya, memang ada gaya misionaris ketika bercinta. Tapi nih, perempuan juga bersedia untuk bereksperimen dengan seks, asalkan sang pasangan tahu caranya. Tuh kan!

3. Membuatnya menjadi pusat alam semesta

Anda tidak perlu menjadi seorang miliarder untuk melakukan ini. Seorang wanita suka bahwa perhatian pria tertuju padanya. Dia ingin menjadi segalanya bagi Anda. Ciptakan suasana untuk menghormati dan menghargai satu sama lain.

4. Pengakuan

Memang sekarang era kesetaraan antara pria dan wanita, namun kebanyakan wanita masih ingin merasa dimiliki dan dilindungi oleh seorang pria yang kuat. Ini adalah insting yang liar. Tapi ingat, ada garis tipis antara “kepemilikan” untuk keselamatan wanita dan “kepemilikan” untuk control ya… Tetap lah, tidak ada wanita yang ingin dikendalikan oleh seorang pria.

5. Seni negosiasi

Anastasia sering sangat frustasi terhadap Christian, begitu pula sebaliknya. Namun mereka mampu mengekspresikan rasa frustrasi ini, kemudian mencari solusi untuk bekerja sama. Bisa jadi itu berarti seseorang mengakui kesalahan, dan membuat penyesuaian. Disini, penting untuk mengidentifikasi keinginan masing-masing, dan mencapai kesepakatan.

Sponsored