Dilarang Keras Minum Alkohol pada Malam Hari di Jalanan Roma

Dilarang Keras Minum Alkohol pada Malam Hari di Jalanan Roma - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Roma adalah salah satu kota tujuan wisata yang paling banyak menyedot wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Dan pemerintah Italia menyadari hal tersebut, seiring diberlakukannya sejumlah peraturan. Pertama, mereka melarang makan dan minum di dekat sejumlah air mancur yang terkenal. Sekarang, Roma juga melarang siapa pun untuk minum minuman keras, setidaknya pada malam hari pada puncak musim wisata.

Peraturan baru tersebut dikeluarkan oleh Walikota Virginia Raggi, yang telah memberikan perintah yang melarang penjualan dan konsumsi alkohol di tempat umum. Peraturan ini segera berlaku dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2017. Larangan ini juga berlaku di 14 dari 15 kota di Italia, 15 wilayah atau area.

Perintah yang dirinci di situs dewan kota tersebut melarang konsumsi alkohol di luar rumah dan transportasi umum, yang berlaku dari tengah malam hingga jam 7 pagi. Sedangkan larangan minum dari botol kaca secara langsung berlaku lebih awal, yaitu jam 10 malam. Pada jam yang sama pula dewan kota melarang penjualan alkohol di supermarket, vending machines, dan bar sekarang harus berhenti melayani setelah jam 2 pagi.

Pengenalan peraturan baru ini adalah upaya untuk mengekang perilaku antisosial di ibukota, dan bagi pelanggar akan didenda sebesar150 euro atau sekitar Rp 2,2 juta untuk minum, atau 280 euro atau sekitar Rp 4,2 juta bagi penjual.

Ini bukan pertama kalinya Roma membuat larangan sementara seperti ini, namun Raggi adalah yang pertama yang membuat larangan secara ekstensif.

Situs dewan tersebut mengatakan bahwa peraturan baru tersebut mencakup zona “movida” atau kota di mana terdapat banyak masalah, seperti pusat sejarah serta area kehidupan malam seperti Monti, Testaccio, Trastevere dan bahkan di pantai Ostiai. Poster-poster yang menjelaskan peraturan baru akan dipasang di bar dalam bahasa Inggris, Perancis, Spanyol dan Jerman.

Sponsored

LEAVE A REPLY