Ikon Kota Pontianak, Tugu Khatulistiwa

97tugu

Tugu yang menjadi kebanggaan warga Pontianak, Tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa sudah sejak lama menjadi ikon kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tempat wisata ini berada sekitar 3 km dari pusat kota. Tugu utama terdiri dari empat pilar kayu belian, dua pilar bagian belakang lebih tinggi dari pilar bagian depan.

Sejarah Tugu Khatulistiwa di Kota Pontianak dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh ahli geografi berkebangsaan Belanda yang melakukan ekspedisi Internasional ke Kota Pontianak. Awalnya tugu dibangun berbentuk tonggak dengan anak panah.

Kemudian pada tahun 1930, menurut sejarah Tugu Khatulistiwa disempurnakan kembali dari yang awalnya hanya berbentuk tonggak dengan anak panah menjadi berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah. Delapan tahun kemudian tepatnya pada tahun 1938 kembali disempurnakan dengan penambahan kayu belian. Kayu belian merupakan kayu khas Kalimantan Barat yang terkenal dengan kekuatannya, orang pontianak sering menamai kayu ini dengan kayu besi.

Pada 21 September 1991 diresmikan setelah direnovasi dengan penambahan kubah untuk melindungi tugu yang asli dan dibuat duplikat tugu dengan ukuran yang lebih besar dari tugu aslinya.

Pada Maret 2005, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengoreksi lokasi titik nol garis Khatulistiwa, kesimpulan yang didapat oleh tim BPPT menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3.809 detik lintang utara; dan 109 derajat, 19 menit, 19.9 detik bujur timur.

Di sini terdapat museum yang berisi informasi mengenai garis imajinasi bumi ini. Ada juga toko suvenir yang menjual miniatur Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda tidak dipungut biaya. Tapi jika ingin mendapatkan sertifikat bukti kunjungan yang ditandatangani oleh walikota Pontianak, Anda harus membayar 10.000 Rupiah.

Saat yang terbaik untuk mengunjungi tempat wisata di Pontianak yang paling populer ini adalah pada tanggal 21 – 23 Maret atau 21 – 23 September. Pada saat itu, terjadi fenomena alam di mana matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga semua benda yang berada di atas garis ini tidak akan memiliki bayangan.

Foto : Fenomena Telur Bisa Berdiri Bukti Sejarah Tugu Khatulistiwa di Kota Pontianak

Penulis    :   Editor

Editor       :   Bagoes Mashudi

Sponsored