Menonton Sepakbola Dapat Melawan Demensia

Menonton Sepakbola Dapat Melawan Demensia - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Anda fans tim Inggris dan kecewa karena mereka gagal melaju ke final Piala Dunia 2018? Itu wajar. Menonton sepakbola memang sering bikin gemas, sedih dan kecewa. Tapi kalau menurut ahli demensia, menonton sepakbola justru baik untuk kesehatan mental. Jadi meski kecewa, ada manfaat dibaliknya, termasuk melawan dementia.

Profesor Alistair Burns mengatakan bahwa orang tua atau lanjut usia mungkin akan mendapat manfaat dari menonton sepakbola. Burns juga mengatakan kalau menonton tayangan ulang sepakbola dapat membantu menjaga otak tetap aktif dan mempertahankan memori.

Burns, yang merupakan direktur klinis NHS England untuk demensia, mengatakan:

“Meskipun para penggemar sepakbola mungkin tidak merasakannya minggu ini, sepakbola bisa bermanfaat untuk saraf Anda.

Permainan yang indah benar-benar dapat membantu pikiran dan tubuh Anda. Seperti halnya menjadi latihan fisik yang hebat, serta ada hubungan positif antara menonton pertandingan sepakbola klasik dan menjaga pikiran tetap aktif. ”

Menurut Burns, ini terjadi karena ada hubungannya dengan “memori emosional” kita, yang dianggap lebih kuat daripada memori faktual. Mengikuti logika ini, jika seseorang dapat mengingat momen olahraga ikonik yang memicu emosi mereka pada saat itu, maka itu dapat memperkuat aktivitas otak.

Di Inggris, 850.000 orang mengidap demensia. Sporting Memories Foundation, yaitu badan amal yang berusaha menangani demensia, mengatakan kepada Metro:

“Olahraga menyatukan komunitas dan generasi, itu membangkitkan jiwa dan dapat membangkitkan kembali emosi yang kuat.

Setiap minggu kita menyaksikan dampak positif ketika mengingat momen-momen emas dari olahraga yang luar biasa, memicu kesejahteraan fisik dan mental pada anggota kelompok kami, dan banyak di antaranya hidup dengan demensia.

Momen-momen hebat ini dapat membawa kembali kenangan indah dan positif yang dapat digunakan untuk menyatukan generasi untuk mengatasi tiga tantangan terbesar yang dihadapi populasi yang menua, yaitu demensia, depresi, dan kesepian. ”
Sponsored