Was-was Minum dari Botol Bekas

143604-0_663_382

Apakah menggunakan kembali botol air bekas akan berpengaruh pada kesehatan kita? Terdapat tiga hal penting yang harus Anda ketahui sebelum mengisi ulang botol air bekas Anda seperti dikutip dari situs Lifehack.

1. Bakteri dapat berkembang dalam botol air bekas

Sebaiknya gunakan botol air sekali pakai. Penelitian telah menunjukkan bahwa dengan penggunaan yang berkepanjangan, botol sekali pakai yang sudah tergores atau penyok dapat menjadi pelabuhan beragam jenis bakteri. 

Sebuah studi dari University of Calgary menemukan bahwa botol air siswa SD yang telah digunakan kembali beberapa kali tanpa dicuci, mengandung kadar bakteri yang tinggi. Botol-botol air ini duduk di suhu kamar sepanjang hari, yang mempermudah bakteri berkembang biak dengan maksimal.

Bahkan untuk botol air yang memang dapat digunakan kembali, juga dapat memungkinkan bakteri berkembang biak, dan terkontaminasi mikroba jika tidak dirawat dengan baik.

Jika Anda menggunakan botol yang dapat digunakan kembali, pilih yang bermulut lebar sehingga dapat lebih mudah dibersihkan bagian dalamnya, dan pastikan untuk mencucinya setiap hari. Jangan lupa mencuci tangan Anda secara teratur, karena semua bakteri hadir akibat bersentuhan dengan botol minum Anda.

Membersihkan botol air rawan kontaminasi bahan kimia

Apakah Anda kerap menggunakan air hangat dan sabun saat mencuci botol karena suatu alasan? Ternyata menggunakan air panas atau mendidih untuk mensterilkan botol air bekas pakai tidak dianjurkan. Salah satu profesor menyatakan bahwa membersihkan botol sekali pakai Anda dengan air mendidih (atau dalam mesin pencuci piring) sangat berbahaya. Bahan plastik yang biasanya digunakan oleh botol mineral tidak dirancang untuk dipanaskan. Ada kemungkinan bahwa bahan kimia berbahaya dapat meresap keluar dari plastik dan menyebar ke dalam cairan apa pun yang dimasukkan ke dalamnya.

Bakteri terkonsentrasi di mulut botol 

Botol air bekas menjadi tempat bagi bakteri dengan ekosistem hampir sempurna. Terutama pada bagian atau area dimana Anda kerap meletakkan mulut untuk minum.

Salah satu studi menyoroti fakta ini. Botol air yang sama digunakan selama seminggu, dan diperintahkan untuk tidak mencucinya. Pada akhir minggu, para ilmuwan mengambil swab dan ditempatkan pada bagian area Anda meletakkan mulut. Ketika para ilmuwan ini meng-inokulasi- kannya, mereka menemukan bahwa bakteri ini dapat membuat seseorang keracunan.

Penulis  : F. Ferdinand

Editor    : Bagus Mashudi

Sponsored