Fakta Unik Seputar Rupiah

Fakta Unik Seputar Rupiah - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, Rupiah telah mengalami berbagai macam fase. Termasuk saat mata uang ini mengalami inflasi saat Indonesia baru merdeka, kala itu masyarakat masih banyak yang menyimpan mata uang jepang yang nilainya terus merosot. Barangkali belum banyak yang tahu jika Rupiah yang digunakan untuk transaksi di Indonesia memiliki sejumlah fakta unik.

Sebelum ada uang, masyarakat masih menggunakan sistem tukar atau biasa disebut barter. Hingga suatu saat sistem ini dihilangkan lantaran tak punya acuan. Maka diciptakanlah mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kertas pertama kali dipakai oleh bangsa China. Mereka mulai membawa uang kertas selama pemerintahan Dinasti Tang di tahun 618-907.

Berikut adalah beberapa fakta seputar Rupiah yang layak diketahui.

1. Kata Rupiah Berasal dari bahasa Mongol

Setelah cara barter dianggap sudah mulai rumit, masyarakat dahulu menggunakan emas dan perak untuk pembayaran. Benda yang paling sering dipakai adalah perak, dalam bahasa Mongol disebut rupia. Sampai di Indonesia disebut Rupiah, akhiran “h” konon berasal dari cara pelafalan orang Jawa yang kerap menambahkan huruf h diakhir kalimat.

2. Pemakaian nama Rupiah

Semenjak Belanda mengakui sepenuhnya kedaulatan Indonesia, Bentuk pemerintahan yang sebelumnya Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ini menjadi tonggak sejarah Bank Indonesia (BI) yang resmi menggantikan De Javasche Bank yang didirikan pemerintahan Hindia Belanda. Rupiah sebagai uang baru mulai dirilis begitu BI memiliki peran dan fungsi sebagai bank sentral.

3. ORI sebutan uang Indonesia sebelum Rupiah

Sebelum menggunakan rupiah, mata uang yang diterbitkan adalah Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Uang ini lahir sesaat setelah Indonesia merdeka, kehadirannya mata uang ini membuat ekonomi agak memburuk lantaran inflansi yang disebabkan oleh beredarnya tiga mata uang yaitu De Javasche Bank, Gulden Hindia Belanda dan uang pada masa jajahan Jepang. Menteri keuangan kala itu dijabat oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara menggagas percepatan terbitnya mata uang Indonesia, untuk menunjukan Indonesia sebagai negara yang telah berdaulat, 30 Oktober 1946 akhirnya mata uang Indonesia resmi beredar dengan nama ORI, dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Keuangan Nasional.

4. Lembaran Rupiah bukan berbahan dasar kertas

Walaupun orang menyebutnya uang kertas, namun bukan sama sekali menggunakan bahan kertas. Bahan dasar pembuatan uang Rupiah kapas. Alasannya adalah agar uang kertas mempunyai elastisitas tinggi, tahan terhadap air dan tidak mudah robek.

Penulis: Nuha

Kode unik: Klik di sini

Sponsored