Lagi, Puluhan Ekor Sapi Mati Mendadak di Kupang

MOTIVASInews.com – Lagi, puluhan ekor sapi mati mendadak di Kupang. Setidaknya, dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 30 sapi di dusun Binilaka, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dikabarkan mati mendadak. Dan yang mengkhawatirkan, jumlah ini masih akan terus bertambah apabila tidak cepat ditangani.

David Fenais (45) warga Dusun Binilaka, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang di Kupang, merasa terkejut dengan kejadian yang menimpa sapi ternak di desa ini.
Ia mengatakan rata-rata sapi yang mati itu bengkak di kepala dan leher dan masa bertahan hidupnya hanya maksimal tujuh hari sejak diserang virus itu.

Kejadian yang kurang lebih serupa, matinya puluhan ekor sapi, juga pernah dialami di Kabupaten Kupang beberapa bulan lalu.

(Baca juga: Di Awal Tahun, Puluhan Hiu Paus Mampir di Pantai Bentar)

Tepatnya pada Januari 2017. Di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, setidaknya 40 ekor sapi kedapatan mati mendadak.

Sementara di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, ditemukan sedikitnya 70 ekor sapi mati mendadak. Kode unik: KLIK di sini

Pada dua peristiwa di bulan Januari 2017 tersebut, belum ditemukan penyebab pasti yang mengakibatkan matinya puluhan ekor sapi di kedua kecamatan yang berbeda itu. Namun, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dani Suhadi mengatakan, penyebab matinya sapi yang berjumlah di atas 50 ekor itu diduga diakibatkan oleh penyakit SE atau Septicaemia Epizootica atau lebih dikenal dengan penyakit ngorok (ralat-sebelumnya disebutkan Bovine Spongiform Encephalophaty atau BSE).

Sementara, matinya puluhan ekor sapi di dusun Binilaka, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini masih belum didapatkan informasi lebih jauh.

(Baca juga: Jelang Lebaran, Siap-siap “Berburu” Elpiji….)

Sponsored