Menenun Kembali Keberagaman Indonesia di Jakarta

MOTIVASInews.comJakarta adalah Ibukota suatu negara bernama Indonesia yang baru saja melaksanakan pemilihan Gubernur baru untuk masa jabatan 2017 – 2022. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang penguasa lama harus memberikan jabatan yang mereka emban selama beberapa tahun ini kepada kompetitornya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang berhasil memenangkan hati mayoritas masyarakat Indonesia versi Quick Count yang telah dilansir beberapa lembaga survey di Indonesia.

Anies Baswedan berhasil meyakinkan sedikitnya 55 persen suara masyarakat Jakarta yang menginginkannya menjadi Gubernur DKI Jakarta 5 tahun mendatang.

Lalu apa setelah ini?

Masyarakat Indonesia sepertinya sudah letih dengan dinamika politik di Jakarta yang menyita tenaga, pikiran, dan pastinya emosi yang sekitar satu tahun terakhir menyesaki berita-berita yang bukan saja di Jakarta namun hampir seluruh Indonesia.

Media sosial pun dipenuhi dengan postingan yang menyangkut Pilkada di Jakarta, ada yang posting namun lebih banyak yang hanya menebar kebencian. Hasilnya, masyarakat Indonesia terpecah belah di era keterbukaan di dunia maya membuat siapa saja dapat berkomentar entah hal tersebut benar atau salah, hingga banyaknya aksi massa yang berpusat di Jakarta yang membuat situasi politik di Jakarta semakin panas.

19 April 2017 kemarin menjadi akhir babak perseteruan dan persaingan antar calon Gubernur dan wakil Gubernur di DKI Jakarta. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah terpilih, pada jumpa pers kedua pasangan yang bersaing menunjukan kedewasaan politik. Ahok dan Djarot langsung memberi selamat kepada  Anies dan Sandiaga sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru versi hitung cepat.

“Selamat kepada Bapak Anies dan pak Sandiaga, kami akan terus mendukung beliau berdua. Dan ingat jabatan itu diberikan kepada Tuhan, jadi jika Tuhan menarik jabatan saya ya saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kami (Ahok-Djarot) masih memiliki pekerjaan dan mengemban jabatan sampai bulan Oktober atau 6 bulan ke depan, kami siap mengerjakan proyek-proyek yang sedang berjalan dan siap membantu meringankan pekerjan pak Anies dan pak Sandi dan setelah mereka menjabat mereka dapat meresmikan proyek yang sudah kami buat ini,” kata Basuki di Hotel Pullman kemarin (19/4).

Di tempat yang berbeda, Anies Baswedan beserta para Partai pendukung juga memberikan tanggapannya selepas hasil hitung cepat. Dalam konfrensi pers yang dilakukan di markas Partai Gerinda di daerah Jakarta Selatan, Anies mengatakan bila saat ini yang terpenting adalah kembali mempersatukan masyarakat Jakarta setelah Pilkada yang sangat panjang ini. Ia berpesan untuk seluruh masyarakat Jakarta kembali bersama-sama membangun Jakarta.

“Mari sudahi perseteruan beberapa bulan ini, mari kita membangun kembali Jakarta dan ayo kita bersatu, jangan ada lagi hal-hal yang mampu memecah belah masyarakat Jakarta. Saya dan pak Sandiaga siap untuk pelayan bagi masyarakat Jakarta. Saya juga harus mengapresiasi bapak Basuki dan pak Djarot yang sudah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik 5 tahun terakhir. Saya akan segera mengunjungi beliau dan kita kembali membicarakan pembangunan Jakarta, karena lawan di Pilkada adalah  teman dalam berdemokrasi,” tutur Anies.

Banyak perkerjaan rumah yang harus diselesaikan kepada pemimpin baru di DKI Jakarta, macet, banjir dan ketimpangan sosial menjadi hal yang harus segera diberikan solusi yang tepat agar tidak berlarut-larut.

Kondisi yang memanas selama Pilkada yang membuat kondisi sosial masyarakat Jakarta terpecah belah juga menjadi harus dikembalikan lagi, sebetulnya permasalahan inilah yang sepertinya pekerjaan yang harus dan wajib diselesaikan segera. Sehingga Jakarta yang majemuk dan beragam kembali tentram, kembali menjunjung tinggi Pancasila dan kembali keberagaman di Jakarta.

Karena Jakarta memang untuk semua, Jakarta yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Jakarta yang maju kota dan bahagia warganya seperti tagline yang diusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam kampanye.

Gusdur pernah berpesan:

“Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali!”

Keberagaman adalah Indonesia, negara Pancasila adalah Indonesia, mari kembali bangun persatuan sosial di Jakarta yang menjadi pusat segala kegiatan di Indonesia. Selamat bekerja bapak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih masa jabatan 2017-2022, semoga Jakarta menjadi kota yang terus maju! Maju kotanya, Bahagia warganya. (Abn)

Kode unik: M#news27

Sponsored