Anda Mau Tahu Apa Olahraga Terbaik untuk Wanita ?

MAu tahu apa Olahraga Terbaik untuk Wanita - Motivasinews.com

MOTIVASInews.com – Apa sebenarnya olahraga terbaik untuk wanita? Sains telah menunjuk aerobik. Apapun yang mempercepat aliran darah dan napas seperti berenang, bola voli, dan jalan cepat sangat disarankan dan perlu dilakukan sebanyak 150 menit setiap minggu.

Yang kurang menarik dari jenis aerobik dan sering dilupakan adalah: latihan kekuatan. Di Amerika saja hanya 20% yang melakukan aktivitas penguatan otot. Wanita khususnya, cenderung menghindarinya. Padahal nih, latihan kekuatan secara signifikan menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Ini berdasarkan temukan baru yang diterbitkan di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise.

Ilmuwan dan orang awam sudah lama tahu bahwa latihan kekuatan memang membuat otot lebih besar. Ini biasanya alasan utama kenapa wanita menghindarinya. Tapi tunggu dulu, itu berarti juga bisa melindungi tulang dengan meningkatkan kerapatannya, yang tentu penting bagi wanita yang mulai menua. Namun tak hanya itu, bukti terbaru menunjukkan bahwa latihan kekuatan juga mengurangi BMI, yang baik bagi tubuh dalam memproses insulin. Otot yang lebih besar juga berarti glukosa bisa menyebar dalam tubuh dengan lebih baik.

Dengan menggunakan data dari Women’s Health Study, mereka mengikuti hampir 36.000 wanita lanjut usia yang berusia 47-98 tahun. Para wanita mengisi kuesioner setiap tahunnya dari tahun 2000-2014 tentang tingkat kesehatan dan olahraga mereka. Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah untuk memperkirakan berapa banyak latihan angkat beban yang telah mereka lakukan per minggu dalam satu tahun terakhir. Kemudian para peneliti melacak wanita mana yang terkena penyakit kardiovaskular, termasuk kejadian seperti serangan jantung dan stroke, dan diabetes tipe-2.

“Wanita yang melakukan sejumlah latihan kekuatan lebih cenderung memiliki IMT lebih rendah, lebih cenderung terlibat dalam pola diet sehat, dan kecil kemungkinannya menjadi perokok,” dibandingkan dengan wanita yang menghindarinya, menurut para peneliti.

Mereka yang melakukan latihan kekuatan memiliki risiko diabetes tipe-2 30% lebih rendah dan risiko penyakit kardiovaskular 17% lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukan keduanya, bahkan setelah para peneliti mengendalikan variabel lain seperti usia, asupan nabati dan buah-buahan serta aktivitas fisik.

Mereka yang melakukan setidaknya 120 menit seminggu latihan aerobik dan beberapa latihan kekuatan memiliki risiko diabetes tipe-2 65% lebih rendah daripada wanita yang tidak melakukannya.

Menarik bukan… Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk melakukan latihan kekuatan atau angkat beban.

Sponsored